Profil Hutama Karya serta Perannya dalam Pembangunan Indonesia

Dari sekian banyak perusahaan dengan label Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Hutama Karya (Persero) adalah salah satu yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pengembangan, dan penyedia jasa jalan tol. Tidak bekerja sendiri, PT Hutama Karya juga memiliki beberapa anak perusahaan guna mendukung visi misi perjalanannya.

Bergandengan tangan, Hutama Karya bersama anak, cucu, dan afiliasi perusahaannya membawa harum nama Indonesia dengan pencapaian hasil proyek, sertifikat kualitas yang diakui dunia, serta ragam inovasinya. Cerita tentang Hutama Karya dimulai dari hari perusahaan ini dinasionalisasi pada 29 Maret 1961.

Bermula dari Hindia Belanda

Dalam perjalannya, Hutama Karya berawal dari perusahaan swasta Hindia Belanda ‘Hollandsche Beton Maatschappij’. Perusahaan ini dinasionalisasi pada tahun 1961  berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 61/1961 Tanggal 29 Maret 1961 dengan nama PN Hutama Karya.

Sepuluh tahun kemudian status perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1971 juncto Akta Perseroan Terbatas No. 74 tanggal 15 Maret 1973, juncto Akta Perubahan No.48 tanggal 8 Agustus 1973. Kedua akta ini dibuat di hadapan Notaris Kartini Mulyadi, SH.

Seiring waktu, berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. DU/MK.136/KPTS/03/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang Penetapan Hari Ulang Tahun PT. Hutama Karya, akhirnya tanggal 29 Maret ditetapkan sebagai hari ulang tahun PT Hutama Karya.

Sejarah 6 Dekade Hutama Karya

Segalanya berawal di era 1960-an, di mana Hutama Karya dinasionalisasi dari perusahaan swasta ‘Holladsche Beton Maatshappij’ menjadi PN HUTAMA KARYA. Dalam era tersebut Hutama Karya menghasilkan karya konstruksi dengan  sejarah dan monumental seperti Gedung DPR/MPR RI di Senayan, serta  Monumen Patung Dirgantara di Pancoran, Jakarta.

Satu dekade berlalu, tahun 1970 menjadi tanda dimulainya teknologi beton prategang di Indonesia. Saat itu, PN Hutama Karya menjadi yang pertama kali mengenalkan sistem prategang BBRV dari Swiss. Hutama Karya bahkan membentuk Divisi khusus prategang. Pada dekade ini pula, Hutama Karya berubah status menjadi PT Hutama Karya (Persero).

Memasuki era 1980-an, untuk mengantisipasi tantangan bisnis konstruksi yang semakin kompetitif, Hutama Karya kembali melakukan inovasi. Mereka mendirikan Unit Bisnis Haka Pole, pabrik penghasil tiang penerangan jalan umum tipe dari baja segi delapan. Hutama Karya juga melakukan ekspansi usaha di luar negeri pada dekade ini.

Sejalan dengan pengembangan inovasi serta pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi konstruksi, di era 1990-an Hutama Karya akhirnya mampu menghasilkan produk berteknologi tinggi, Jembatan Bentang Panjang. Perusahaan ini juga sukses memenuhi standar internasional dalam hal kualitas, keselamatan kerja, dan lingkungan, dengan diraihnya sertifikat ISO 90002:1999.

Era milenia menjadi momen meningkatnya dinamika perekonomian yang pesat. Dalam dekade ini, Hutama Karya merevitalisasi diri dengan mengembangkan usaha untuk sektor-sektor swasta, melalui pembangunan High Rise Building seperti Bakrie Tower dan beberapa apartemen, serta infrastruktur lainnya seperti jalan tol.

Lepas satu dekade dari era milenia, sekitar tahun 2010 Hutama Karya semakin menancapkan kukunya di industri konstruksi nasional. Pada masa itu, perusahaan tersebut melakukan diversifikasi usaha dengan mendirikan anak perusahaan di bidang pengembangan properti dan manufaktur aspal serta baja. Sejak itu, Hutama Karya mulai menerima penugasan Pemerintah untuk mengembangkan Jalan Tol Trans-Sumatera. 

Hutama Karya kemudian ditugaskan untuk mengembangkan hampir 3000 kilometer jalan tol di Sumatera, dengan prioritas 8 ruas pertama hingga tahun 2019 sepanjang 650 kilometer. Saat itu juga PT Hutama Karya (Persero) mendirikan anak perusahaan baru di bidang Konstruksi Infrastruktur Jalan Tol dan Jembatan.

Dengan amanah tugas ini, tonggak penting dalam perusahaan pun ditancapkan. Pada masa ini PT Hutama Karya (Persero) mulai mengukir sejarah barunya sebagai Pengembang Infrastruktur Terkemuka Indonesia atau Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Developer.

Pilar Bisnis dan Anak Perusahaan Hutama Karya

Mengusung visi untuk menjadi perusahaan industri konstruksi yang handal dan terkemuka, serta misi untuk meningkatkan nilai perusahaan di bidang industri konstruksi secara profesional dalam memenuhi harapan stakeholder, Hutama Karya punya lima pilar bisnis sebagai berikut:

  • Pengembangan Jalan Tol
  • Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol
  • Jasa Konstruksi dan EPC
  • Pengembangan Properti
  • Manufaktur

Dengan lima pilar tersebut, Hutama Karya terus fokus serta meningkatkan kualitasnya dari dekade ke dekade. Hingga kini 60 tahun berlalu, sudah ada tiga anak perusahaannya, sebagai berikut:

1. PT HK Realtindo

HK Realtindo merupakan anak usaha pertama dari Hutama Karya yang didirikan pada tahun 2010. Hanya dalam waktu lima tahun, anak perusahaan ini berhasil menjadi pesaing berat dalam industri properti di Indonesia. Mereka terus menangani proyek pengembangan dengan hasil berkualitas tinggi, bahkan melampaui harapan klien seperti berbagai proyek properti seperti Menara H Rasuna Said, H Residence MT. Haryono, dan Kubikahomy di BSD.

2. PT Hakaaston

Anak perusahaan yang satu ini didirikan sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha Hutama Karya yang bergerak di bidang usaha aspal beton atau hotmix, beton ready mix, konstruksi, dan perdagangan. PT Hakaaston bergerak dalam usaha penyediaan berbagai macam produk untuk keperluan pembangunan sarana jalan raya, bandara, jalan lingkungan, lapangan parkir, dan lain-lain.

3. PT HK Infrastruktur

Perusahaan ini dikenal lewat kontribusinya dalam pembangunan Jalan Tol Cinere–Jagorawi, Mojokerto–Kertosono, Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya, dan Pekanbaru-Dumai. Didirikan pada tahun 2015, HK Infrastruktur jadi reformasi dari anak perusahaan Hakapole yang kemudian beralih menjadi kontraktor infrastruktur untuk mengerjakan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera.

HK Infrastruktur ini juga menjadi langkah penting bagi Hutama Karya untuk tidak hanya berhenti di bidang perusahaan konstruksi, tapi juga berevolusi menjadi pengembang kelas dunia yang paling bernilai di Indonesia.

Tak hanya tiga nama besar tersebut, Hutama Karya juga memiliki cucu perusahaan, antara lain PT Bhirawa Steel dan PT Petronesia Benimel. Selain itu, ada pula afiliasi perusahaan, antara lain PT Hutama Marga Waskita, PT Takenaka Indonesia, PT Hutama Prima, PT Prima Terminal Peti Kemas, PT Jasa Marga Bali Tol, PT Gorontalo Energy, PT Nusa Pratama Property, PT Hutama Karya Karunia Raya Realtindo, dan PT Menara Antam Sejahtera.

Tokoh Kunci dan Manajemen Hutama Karya hingga 2021

Bicara soal Hutama Karya, maka tak bisa lepas dari nama besar tokoh-tokoh kuncinya, seperti Ir. Sutami yang menjabat sebagai Direktur Utama pada tahun 1961-1966, dan merupakan Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada tahun 1964-1978.

Selain itu, ada pula nama Bintang Perbowo sebagai Direktur Utama pada tahun 2018-2020, serta Jend.TNI (Purn.) Budiman sebagai Komisaris Utama tahun 2020 hingga sekarang, dan Budi Harto yang menduduki jabatan sebagai Direktur Utama tahun 2020 dan masih berjalan.

Berdasarkan data terbaru (24/9),  berikut jajaran Dewan Komisaris beserta tujuh nama dengan jabatan masing-masing:

  • Budiman – Komisaris Utama
  • Lukman Edy – Wakil Komisaris Utama
  • Musyafak – Komisaris Independen
  • Wahyu Muryadi – Komisaris Independen
  • Chairiah – Komisaris
  • Susdiyarto Agus Praptono – Komisaris
  • Achmad Gani Ghazali – Komisaris

Sedangkan dalam Dewan Direksi, berjajar tujuh nama dengan jabatan masing-masing sebagai berikut:

  • Budi Harto – Direktur Utama
  • Aloysius Kiik Ro – Wakil Direktur Utama
  • Hilda Savitri – Direktur Keuangan
  • Novias Nurendra – Direktur Operasi I
  • Ferry Febrianto – Direktur Operasi II
  • Koentjoro – Direktur Operasi III
  • Muhammad Fauzan – Direktur Human Capital dan Legal

Dalam tangan sosok-sosok tersebut, Hutama Karya terus berusaha menjadi yang terbaik dan meningkatkan kualitas di tingkat dunia, serta memegang teguh visi dan misinya. Deretan penghargaan pun terus bertambah dalam satu dekade terakhir dan masih akan bertambah.


Sumber:

https://hutamakarya.com/sejarah-perusahaan
https://maria.co.id/customers/hutama-karya/
https://id.wikipedia.org/wiki/Hutama_Karya
https://upperline.id/profile/profile_detail/hutama-karya

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Artikel Terkait

Berlangganan Sekarang Juga!

Dapatkan informasi BUMN terbaru langsung ke email anda.