PLN Pastikan Akan Pasok Daya Listrik Andal Untuk HKML Battery Indonesia

PT PLN (Persero) siap sediakan pasokan daya listrik kepada HKML Battery Indonesia yang akan menjadi produsen pertama baterai mobil listrik di Indonesia. HKML Battery Indonesia bahkan akan menjadi produsen pertama baterai mobil listrik yang berasal dari Asia Tenggara.

Babak baru industri baterai dan mobil listrik telah dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang. Hal ini merupakan realisasi investasi konsorsium LG dan Hyundai (HKML Battery Indonesia).

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan pertama di Asia Tenggara Dengan nilai investasi USD 1,1 miliar,” ungkap Presiden Jokowi saat menghadiri acara groundbreaking.

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan komitmen Indonesia dalam dukungan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. 

“Hilirisasi industri nikel, akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel. Jika menjadi baterai nilai tambah meningkat 6-7 kali lipat, kalau jadi mobil listrik bisa menjadi 11 kali lipat,” ujar Presiden Joko Widodo. 

Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan hilirisasi industri baterai dan mobil listrik dapat dibangun dengan kolaborasi yang tidak hanya melibatkan perusahaan besar dan BUMN, tetapi juga melibatkan pengusaha mikro dan menengah.

Di sisi lain, inisiatif kolaborasi yang datang dari PLN adalah menjamin penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan. 

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi mengenai fasilitasi percepatan realisasi relokasi dan diversifikasi investasi Perusahaan ke Indonesia, maka PLN berkomitmen dan siap menjamin penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan, aman, dan stabil sesuai dengan timeline dan kebutuhan investasi.

“Untuk mendukung agenda investasi jangka panjang  HKML  Battery Indonesia yang akan dimulai pembangunan Tahap pertama pada September 2021 dan akan beroperasi di tahun 2022, dilanjutkan dengan Tahap kedua pada 2026,  PLN siap untuk memenuhi kebutuhan listriknya,” ujar Zulkifli. 

Untuk memenuhi kebutuhan listrik HKML Battery Indonesia, PLN telah menyiapkan sejumlah gardu induk. Selain itu, PLN juga telah melakukan pembahasan perjanjian kerja sama dengan kawasan industri Karawang New Industry City (KNIC), sebagai lokasi pabrik HKML Battery Indonesia. 

“PLN siap untuk memenuhi kebutuhan lain terkait kelistrikan untuk calon tenant  di KNIC khususnya contohnya green energy, layanan fasilitas ekstra, multimedia, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Nantinya, hilirisasi industri nikel akan menjadi modal untuk Indonesia bersaing di kancah global. Pasalnya, Indonesia memiliki 24 persen cadangan nikel di dunia yang merupakan mineral penting dalam bahan baku pengembangan kendaraan listrik. 

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Artikel Terkait

Berlangganan Sekarang Juga!

Dapatkan informasi BUMN terbaru langsung ke email anda.