Go Digital, Pertamina Patra Niaga Terus Perluas Digitalisasi di Seluruh Lini Operasi-2

Efisiensi Berbagai Lini Operasi dengan Pertamina Go Digital

PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai program digitalisasi pada berbagai lini melalui program Go Digital. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pelanggan. Program Go Digital dari Pertamina ini dilakukan melalui aplikasi MyPertamina, Smart Moda Transportasi (SmartMT), New Gantry System (NGS) dan Digital Ground Operation (DGO).

Pertamina menerapkan digitalisasi di 5.518 SPBU dan aplikasi MyPertamina yang hingga Agustus 2021 tercatat 15.2 juta pengguna. Selain itu ada juga Smart Moda Transportasi (SmartMT), digitalisasi mobil tangki untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T Putut Andriatno menjelaskan bahwa digitalisasi di Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu program utama perusahaan. Mereka memiliki 6 program yakni 6G, yang salah satunya adalah Go Digital. 

“Sudah menjadi komitmen kami untuk mengikuti tren sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung operasi perusahaan menjadi lebih efektif, efisien, aman, dan andal dalam melayani pelanggan kami,” ujar Putut.

Dengan komitmen Go Digital, saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperluas program digitalisasinya. Salah satunya ada New Gantry System (NGS), digitalisasi di Fuel Terminal (FT) atau Integrated Terminal (IT). Selain itu, untuk maskapai penerbangan pelanggan produk Avtur, Pertamina Patra Niaga juga sedang mengembangkan Digital Ground Operation (DGO).

Keunggulan New Gantry System (NGS) Pertamina

New Gantry System (NGS) merupakan digitalisasi otomatisasi proses operasi di FT/IT yang sebelumnya berjalan secara manual. Secara umum, NGS memiliki 2 aspek keunggulan antara lain secara aspek operasi, serta secara aspek keamanan, atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Secara aspek operasi, NGS tentunya memiliki keunggulan dibandingkan pengoperasian terminal BBM yang lama. Flowrate pengisian dengan NGS ini mencapai 2.200 per menit dibandingkan sebelumnya yang hanya 800 liter per menit.

NGS juga memungkinkan untuk melakukan multi product filling, yaitu pengisian produk yang berbeda secara bersamaan. Selain itu, dengan NGS, tidak ada operator pengisian manual, diganti dengan automated pump atau otomatisasi pengisian yang lebih tepat takaran dan hemat energi.

Keunggulan NGS secara tata letak dan perawatan salah satunya adalah tampilan dan tempat yang menjadi lebih ringkas. Jika sebelumnya ada 64 filling shed, dengan NGS hanya butuh 12 filling.

Go Digital, Pertamina Patra Niaga Terus Perluas Digitalisasi di Seluruh Lini Operasi-1

Tata letak ini juga dirancang agar antrian mobil tangki lebih efektif. Selain itu, penggunaan pipa juga dirancang untuk berada di atas tanah. Ini akan lebih memudahkan perawatan dan fleksibilitas.

Dari aspek HSSE, NGS memiliki beberapa keunggulan seperti interlock system untuk menghindari tumpahan, emergency shutdown yang dapat menghentikan seluruh operasi penyaluran dalam waktu 3 detik jika terjadi keadaan darurat, penggunaan foam system di seluruh filling shed, serta penempatan CCTV di seluruh filling shed untuk pengawasan real time.

“Seluruh keunggulan dan otomatisasi ini kemudian kami pantau melalui aplikasi Fuel Distribution Information System (FDIS) dan control room terintegrasi di terminal BBM, kami sebut dengan Terminal Automation System,” ungkap Putut.

Dijelaskan juga bahwa saat ini ada 11 Terminal yang sudah go digital menggunakan NGS, antara lain di Medan Group, Kertapati Palembang, Panjang Lampung, Tanjung Gerem Merak, Jakarta Group, Bandung Group, Balongan, Pengapon, Rewulu, Boyolali, dan Surabaya Group. Menyusul kemudian, penerapan NGS untuk FT Cikampek dan FT Manggis Bali. 

Digital Ground Operation Integrasikan Penyaluran Avtur

Go Digital, Pertamina Patra Niaga Terus Perluas Digitalisasi di Seluruh Lini Operasi-3

Dengan Digital Ground Operation (DGO), proses pengisian Avtur untuk pesawat akan terintegrasi secara real time. Mulai dari proses penjadwalan, penugasan operator, total volume avtur saat pengisian, hingga proses pembayaran, semuanya diatur secara digital.

“Ini adalah bentuk peningkatan layanan bagi seluruh pelanggan Avtur, semua data tersedia secara real time dan transparan, dengan DGO ini juga akan meningkatkan optimalisasi proses refuelling,” terang Putut.

Untuk saat ini DGO baru dioperasikan di Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Pertamina akan terus mengevaluasi dan mengimplementasikan program ini untuk bandara lainnya.

Pertamina sendiri punya 5 program lain dari 6G yang salah satunya adalah Go Digital ini. Ada Go Retail, Go Customer, Go Petchem, Go Solution, serta Go Expand yang juga akan dilakukan.

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Artikel Terkait

Berlangganan Sekarang Juga!

Dapatkan informasi BUMN terbaru langsung ke email anda.