Pandemi Global Mulai Menurun, Permintaan Energi Melonjak-1

Komitmen Pemerintah Indonesia dan Pertamina dalam Menjaga Kestabilan Energi Nasional

Permintaan terhadap pasokan energi Indonesia di berbagai sektor meningkat pesat, terutama di sektor industri. Akibatnya, harga komoditas energi kian melonjak. Hal ini didasari dari  krisis energi Eropa yang dimulai sejak beberapa bulan terakhir yang kini mulai melanda negara Asia seperti Cina dan India. 

Krisis dipicu oleh pemulihan ekonomi akibat menurunnya pandemi Covid-19 di beberapa negara. Pemerintah Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) Tbk berkomitmen untuk senantiasa memenuhi permintaan energi dengan berbagai langkah yang ramah lingkungan seiring dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu langkah yang dilakukan ialah dengan menggunakan berbagai teknologi yang bergerak pada penarikan mineral, minyak dan gas serta menekankan penggunaan energi yang ramah lingkungan bagi manusia tanpa harus merusak lingkungan yang sudah ada. Gelombang krisis energi yang terjadi di sejumlah negara menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi Indonesia untuk menjaga ketahanan energi. 

“Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan ketahanan energi nasional adalah dengan membangun aspek geologi. Pengembangan aspek geologi juga berpotensi mendukung setidaknya 8 dari 17 target SDGs.” kata Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Budi Lelono, dalam seminar daring yang diselenggarakan Universitas Pertamina pada Sabtu (02/10) lalu.

Seminar mingguan bertajuk ‘Cipta Karsa’ tersebut, merupakan kuliah pakar lintas program studi yang dilaksanakan oleh Universitas Pertamina dengan tujuan menambah wawasan dan mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Melalui paparan para praktisi dan profesional industri, mahasiswa diharapkan mendapat pengetahuan lebih selain perkuliahan di kelas.

Dalam paparannya, Eko Budi juga mengajak serta mahasiswa Universitas Pertamina untuk membangun center of excellence (COE) di bidang geologi. Saat ini, informasi kegeologian di Indonesia masih belum terpusat. COE geologi baik yang didirikan oleh Pemerintah seperti Badan Geologi, maupun yang didirikan di level universitas, dapat menjadi rujukan nasional bagi semua stakeholder dalam pengambilan keputusan terkait energi.

Dikutip dari CNBC (13/10), Dewan Energi Nasional (DEN) mengatakan Indeks Ketahanan Energi Indonesia saat ini masih berada di angka 6,57. Angka ini berada pada rentang kategori tahan. Namun, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan indeks ketahanan energi setiap tahunnya.

“Sejalan dengan visi Badan Geologi, kami juga mengajak masyarakat turut serta memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas, serta memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.” kata Eko Budi.

Dian Wirengjurit selaku Tenaga Ahli Menteri ESDM juga turut hadir sebagai narasumber dalam seminar daring tersebut. Selain agenda prioritas ketahanan energi yang telah disusun pemerintah melalui berbagai kebijakan, penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas politiknya. Dian menekankan pentingnya diplomasi energi untuk mengamankan ketahanan energi nasional.

“Ini menjadi modal dasar untuk mengundang investasi di bidang energi. Karenanya, menjaga ketahanan energi tidak hanya menjadi tugas para lulusan program studi sains dan teknologi saja, tetapi teman-teman dari rumpun ilmu sosial dan humaniora juga.” kata Dian.

Bagi siswa siswi SMA yang ingin berkuliah di kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut, dapat mengunjungi website resmi Universitas Pertamina di alamat https://universitaspertamina.ac.id/. Universitas Pertamina memiliki 15 Program Studi yang fokus pada pengembangan bisnis dan teknologi energi baik dari rumpun sains dan teknik, maupun rumpun sosial dan humaniora. Universitas Pertamina juga memberikan berbagai beasiswa yang informasinya dapat diakses di website resmi Universitas Pertamina.

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Artikel Terkait

Berlangganan Sekarang Juga!

Dapatkan informasi BUMN terbaru langsung ke email anda.