Penggilingan PTPN X meningkat-1

Performa Penggilingan PTPN X Tahun Ini Meningkat

Performa penggilingan PTPN X menghadapi beberapa tantangan pada musim giling tahun ini. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menjabarkan salah satu tantangan yang dihadapi adalah kompetisi yang ketat dalam memperoleh bahan baku yaitu gula dan tebu, sehingga tahun ini PTPN X merasa kesulitan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi hal ini, sebelum musim giling tiba, PTPN X telah menyusun beberapa strategi guna mengamankan tebu sehingga penggilingan tahun ini berjalan lancar.

Strategi-strategi yang dipersiapkan PTPN X membuahkan hasil yang memuaskan. Musim giling tahun 2021 dimulai pada tanggal 20 Mei dan diawali dengan dua Pabrik Gula (PG) milik PTPN X yaitu Gempolkrep Mojokerto dan PG Ngadiredjo Kediri. Selama hampir tiga bulan melakukan penggilingan, dapat terlihat hasil yang memuaskan. Menurut laporan terbaru, PTPN X berhasil memproduksi gula sebesar 146.823 ton dengan tebu giling 2,07 juta ton, dan rendemen 7,41% per 15 Agustus 2021.

Penggilingan PTPN X meningkat-2

“Angka produksi yang telah dicapai per 15 Agustus 2021 cukup baik. Sebagai upaya agar target tercapai, kami tetap melakukan monitoring, evaluasi, dan perbaikan setiap harinya, baik di sisi on farm maupun off farm. Pada sisi on farm, tebu yang masuk pabrik wajib memenuhi standar Manis, Bersih, Segar (MBS), sehingga nantinya rendemen yang dihasilkan juga tinggi. Pada sisi off farm, jam berhenti dan losses terus ditekan dengan maksimal,” ujar Tuhu Bangun, Direktur PTPN X.

Tuhu juga menjelaskan bahwa jumlah gula yang dihasilkan selama satu bulan, meningkat dibanding tahun lalu. “Berdasarkan parameter tersebut, PTPN X optimis akan ada perbaikan dari komoditas tebu jika dibandingkan tahun lalu,” tambah Tuhu.

Selain memaksimalkan penggilingan tahun ini, PTPN X juga melakukan optimalisasi aset dengan dengan memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang ada. PTPN X menargetkan akan mendapat revenue dari optimalisasi aset tersebut sebanyak 15M.

Beberapa optimalisasi di wilayah Jawa Timur meliputi:

  1. Membangun penampungan pasir di Sukowono dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang
  2. Memanfaatkan 50 hektar tanah di Ngunut yang nantinya akan digunakan oleh IAIN Tulungagung
  3. Memanfaatkan lahan di wilayah Kediri untuk pengembangan Bandara Kediri.
  4. Mengoptimalisasi Kebun Klaten seluas 10 hektar untuk budidaya dan akan ditanami tembakau FIK.

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Artikel Terkait

Berlangganan Sekarang Juga!

Dapatkan informasi BUMN terbaru langsung ke email anda.