Menteri ESDM Beri Penghargaan Dharma Karya Kepada Insan Pertamina

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan Dharma Karya Energi Kategori Muda dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada para insan mutu Pertamina dalam upacara hari jadi Pertambangan dan Energi ke-76, yang diadakan pada Selasa (28/9) lalu.

Penghargaan ini merupakan ajang tahunan dimana Kementerian ESDM memberikan penghargaan kepada perseorangan atau lembaga/perusahaan yang dinilai sangat berjasa dalam pemikiran kebijaksanaan, keputusan dan pembangunan serta penemu baru di sektor energi dan sumber daya mineral. Selain itu, penerima penghargaan adalah mereka yang berhasil memberikan dampak kemajuan yang sangat berarti dalam pembangunan nasional khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral. 

Insan Mutu Pertamina Patra Niaga menerima penghargaan tersebut atas inovasi insan mutu Project Collaboration Improvement (PC Prove) Sluku-Sluku Bathok II yang telah berhasil meningkatkan penjualan LPG non PSO dengan bundling alat inovasi buatannya yaitu steam krumel broiler gas yang ramah lingkungan dan efisien bagi paguyuban kerupuk Mulyo Asri di Desa Mojolegi, Boyolali. 

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho dalam keterangan pers menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa para insan Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus untuk meningkatkan laba perusahaan pada penjualan produknya tetapi juga merangkul UMKM Industri Kerupuk untuk dapat beralih dari bahan bakar kayu yang sarat dengan polusi asapnya menjadi bahan bakar memasak yang lebih bebas polusi yaitu dengan tabung LPG. 

Tak hanya itu, Brasto juga menjelaskan bahwa Alat Steam Boiler ini telah melalui sejumlah uji coba yaitu uji coba standarisasi alat oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), pengujian emisi karbon oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dan uji sertifikasi alat oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Hasilnya, alat ini mampu memberikan efisiensi energy cost sebesar 142%, bila dibandingkan konversi LPG langsung tanpa alat inovasi membutuhkan biaya sebesar Rp. 411.000/hari dan bila konversi LPG dengan alat ini cukup membutuhkan biaya sebesar Rp170.000/hari. 

Dampak positif lainnya dari inovasi ini adalah para UMKM di paguyuban kerupuk juga bertanggung jawab pada lingkungan dengan menanam kembali 500 pohon di desa sekitar. Secara tidak langsung, beralihnya konversi energi ini pun telah berkontribusi dengan pengurangan karbon dioksida dari pembakaran kayu sebesar 245 ribu ton per tahun serta menyelamatkan 1.188 pohon jati kecil di Desa Mojolegi, Boyolali. 

“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat para insan mutu di Pertamina Patra Niaga untuk terus berkontribusi bagi keunggulan operasional perusahaan serta berkontribusi bagi masyarakat terutama di sektor penyediaan energi,” tutup Brasto.

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Artikel Terkait

Berlangganan Sekarang Juga!

Dapatkan informasi BUMN terbaru langsung ke email anda.