MENU
LAPOR HOAX

Resmi, Jalan Tol Pertama di Pulau Kalimantan Beroperasi Penuh Dari Balikpapan Hingga Samarinda

27 Agustus 2021

Resmi, Jalan Tol Pertama di Pulau Kalimantan Beroperasi Penuh Dari Balikpapan Hingga Samarinda
Pada Selasa, 24 Agustus 2021, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Ruas Tol Balikpapan - Samarinda Seksi Balikpapan - Samboja (Seksi 1 dan 5) di Gerbang Tol (GT) Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur. Peresmian oleh Presiden ini tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dua seksi akhir yang melengkapi tiga seksi ruas tol yang telah beroperasi sebelumnya ini merupakan seksi akhir dari pembangunan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Tiga seksi sebelumnya telah beroperasi sejak Desember 2019. Dalam acara peresmian ruas tol Balikpapan - Samboja tersebut hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan juga Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas selesainya pembangunan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda secara keseluruhan. Dengan beroperasinya jalan tol ini, diharapkan daya saing antar daerah dapat meningkat, juga kawasan industri dapat berkembang, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Peresmian Ruas Jalan Tol Balikpapan - Samarinda Seksi Balikpapan - Samboja-1 “Ini menjadi momen bersejarah bagi kita, karena ini merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan, sebuah capaian yang patut kita syukuri. Ini juga merupakan wujud komitmen kita bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja, tetapi juga merata di pulau-pulau lain, termasuk Kalimantan. Beroperasinya jalan tol ini diharapkan dapat menghidupkan titik ekonomi baru dan menjadikan jaringan logistik kita lebih baik, lebih efisien dan lebih cepat. Meningkatkan daya saing kita terutama untuk komoditas yang dihasilkan Provinsi Kalimantan Timur, termasuk produk-produk ekspor sehingga memiliki daya saing tinggi dan berimbas juga pada peningkatan ekonomi,” ujar Presiden Joko Widodo.  Selain itu, Dwimawan Heru selaku Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga menyampaikan bahwa keberadaan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda ini menghubungkan berbagai lokasi strategis di Kalimantan Timur. Hal ini akan sangat memudahkan pergerakan mobilitas masyarakat maupun jarang. Selain itu, keberadaan jalan tol ini juga tentunya dapat memangkas waktu tempuh di Pulau Kalimantan. Peresmian Ruas Jalan Tol Balikpapan - Samarinda Seksi Balikpapan - Samboja-2 “Dengan diresmikannya dua seksi baru ini maka akan menjadi pelengkap dari keseluruhan seksi yang ada di Ruas Tol Balikpapan-Samarinda. Kehadiran Seksi Balikpapan-Samboja tentu akan memberikan dampak positif seperti distribusi barang dan jasa yang menjadi lebih lancar, mengingat Balikpapan merupakan kota pelabuhan yang sibuk di Kalimantan Timur,” ungkap Heru. Heru juga menjelaskan bahwa Ruas Tol Balikpapan-Samarinda merupakan jalan tol pertama di Kalimantan. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Jasa Marga yang mampu memberikan kontribusinya untuk masyarakat di Pulau Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur, meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri, Selain itu, Jinto Sirait selaku Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) menyatakan bahwa Ruas Tol Balikpapan-Samarinda Seksi Balikpapan-Samboja akan dioperasikan tanpa tarif selama dua minggu, mulai Rabu (25/08) pukul 14.00 WITA. Hal ini merupakan salah satu upaya sosialisasi untuk memperkenalkan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda kepada masyarakat. Walaupun dikenakan tarif nol rupiah, Jinto mengingatkan agar pengguna jalan tetap menyiapkan uang elektronik sebelum memasuki gerbang tol. Dengan dioperasikannya Seksi 1 dan 5, maka akan terdapat penambahan 2 Gerbang Tol yang akan dioperasikan, yaitu GT Karang Joang dan GT Manggar. “Meskipun Seksi 1 dan Seksi 5 dioperasikan dengan tarif nol rupiah, jika pengguna jalan melakukan perjalanan menerus menuju Samarinda melalui GT Palaran maka akan tetap dikenakan tarif senilai tarif Seksi 2, 3 dan 4 yang telah lebih dulu beroperasi dan bertarif pada Juni 2020. Sebagai simulasi, pengguna jalan dengan kendaraan golongan 1 yang masuk di GT Manggar maupun di GT Karang Joang akan membayar tarif senilai Rp. 75.500 (arah Simpang Pasir) atau senilai Rp. 83.500 (arah Mahkota 2) di exit GT Palaran. Mekanisme ini juga berlaku untuk arah sebaliknya,” jelas Jinto. Jinto menjelaskan bahwa pembebasan tarif tol (nol rupiah) ini berlaku untuk pengguna jalan yang melakukan perjalanan dari GT Manggar menuju GT Samboja dan sebaliknya. Dengan dioperasikannya dua seksi ini dengan tarif nol rupiah selama masa sosialisasi, Jinto berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Ruas Tol Balikpapan - Samarinda Seksi Balikpapan - Samboja ini dengan maksimal dan tetap mematuhi peraturan dan rambu-rambu yang berlaku. Ruas Tol Balikpapan-Samarinda memiliki total panjang 97,27 Km ini terbagi menjadi lima seksi, yakni Seksi 5 Ruas Manggar-Karang Joang (10,74 Km), Seksi 1 Ruas Karang Joang-Samboja (21,66 Km), Seksi 2 Ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 Km), Seksi 3 Ruas Muara Jawa-Palaran (17,30 Km) dan Seksi 4 Palaran-SS Mahkota II (16,59 Km). Jalan tol ini dilengkapi dengan dua rest area tipe A yang dikelola oleh PT Jasamarga Related Business (JMRB), masing-masing rest area berada di Km 37 arah Balikpapan dan Km 36 arah Samarinda.