MENU
LAPOR HOAX

Menteri BUMN Apresiasi Kontribusi PLN dalam Mengembangkan UMKM melalui Rumah BUMN Cirebon

4 Oktober 2021

Menteri BUMN Apresiasi Kontribusi PLN dalam Mengembangkan UMKM melalui Rumah BUMN Cirebon
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kontribusi PLN dalam mendukung pengembangan lebih dari 8.000 UMKM melalui 29 Rumah BUMN yang dikelola perseroan. Dalam sharing session dengan BUMN Muda hari Sabtu (28/8) di Rumah BUMN Cirebon, Jawa Barat, Erick menuturkan bahwa selain membutuhkan pendanaan, UMKM juga butuh pendampingan dan dukungan untuk menjangkau pasar. Rumah BUMN Cirebon-2 Untuk itu, BUMN telah menyalurkan pendanaan melalui bank nasional, sedangkan Rumah BUMN melakukan pendampingan kepada UMKM. Bentuk pendampingan dimulai dari merancang pengemasan produk yang menarik hingga upaya meningkatkan kualitas produk. “Atau menjadi research bagaimana produk itu juga berubah di masyarakat,” tambah Erick Thohir. Rumah BUMN sebagai pusat pembinaan UMKM telah hadir di 244 lokasi dari Sabang sampai Merauke dan dikelola oleh sejumlah BUMN, salah satunya PLN. Dengan konsep co-working space yang strategis, Rumah BUMN diharapkan berperan dalam mendorong kreativitas BUMN Muda dan pelaku UMKM. Terkait akses pasar, Erick menyebut bahwa semua pihak harus berkolaborasi, bukan hanya pihak BUMN. Termasuk juga mendorong UMKM agar mengikuti tren pemasaran online di samping bergantung pada pemasaran konvensional (offline). Oleh karena itu, e-commerce disebut bisa jadi akses bagi UMKM dalam mengubah pola pemasarannya. Rumah BUMN Cirebon-1 Tidak hanya melalui Rumah BUMN, PLN juga memiliki program pendanaan Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Sejak tahun 2019 sampai Agustus 2021, dana yang dikeluarkan oleh PLN untuk mengembangkan UMK telah lebih dari Rp82 miliar.  Erick berharap agar PLN melalui program TJSL dapat terus mendukung pelaku usaha ultramikro agar bisnisnya bisa makin berkembang. “Mungkin untuk yang CSR kita akan fokus yang ultramikro karena yang UMKM sebenarnya sudah ada akses perbankan. Nah, kita coba melakukan itu.” General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat Agung Nugraha menyampaikan peran Rumah BUMN di berbagai kegiatan edukasi dan pembinaan. Menurutnya, PLN senantiasa mendukung agar kiprah BUMN dalam pengembangan UMKM dapat semakin dirasakan.  Khusus di Rumah BUMN Cirebon, Jawa Barat, PLN mendukung pengembangan 601 UMKM yang mayoritas pelaku usaha kerajinan tangan, makanan, dan minuman. “Kedepan ini akan terus berkembang. Semakin banyak yang tertarik bergabung,” jelas Agung. Rumah BUMN Cirebon-5 Agung menjelaskan, Rumah BUMN Cirebon yang berada di bawah naungan PLN UID Jawa Barat fokus dalam mengembangkan potensi kearifan lokal dengan kerajinan tangan daerah masing-masing. Dengan kondisi pandemi saat ini, perseroan mendorong pemasaran daring selain pemasaran konvensional. Berbagai kegiatan yang selama ini turut didukung PLN melalui Rumah BUMN ialah sosialisasi kelistrikan, sosialisasi limbah dan peraturan Lingkungan Hidup, pemberian akses permodalan usaha, pendampingan pengembangan produk UMKM, hingga dukungan dalam berbagai ajang festival maupun pameran untuk pemasaran. Dengan program pendampingan UMKM ini, Agung berharap semakin banyak UMKM yang dapat maju. "Di tengah pandemi, kami ingin mendukung teman-teman UMKM untuk lebih maju, lebih adaptif, seperti kita melakukan pelatihan penjualan online supaya mereka bisa survive di tengah pandemi." Rumah BUMN Cirebon-4 Yani Rismawati, salah satu peserta UMKM yang mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN mengaku sangat bersyukur atas bantuan ini. “Saya sangat bersyukur dapat bantuan legalitas. Bergabung dengan rumah BUMN saya mendapatkan gratis, mulai dari halal hingga HAKI," ucap produsen oleh-oleh khas Cirebon Rengginang Kidal ini.  Selain mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN, ia juga menerima hadiah TJSL dari PLN berupa mesin pengering rengginang. Dengan mesin ini, Yani nantinya masih bisa melakukan kegiatan produksi meskipun cuaca tidak mendukung.