MENU
LAPOR HOAX

RS Berskala Internasional di Bali Ditargetkan Buka Akhir Tahun 2023

24 Januari 2023

RS Berskala Internasional di Bali Ditargetkan Buka Akhir Tahun 2023

Kabar BUMN - KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan medical tourism, juga dapat menjadi tujuan untuk wisata wellness, sehingga Bali akan memiliki health tourism yang komprehensif.

Berdasarkan survey, Indonesia berpotensi kehilangan Rp97,6 triliun per tahun karena hampir 2 juta orang warga Indonesia bepergian ke luar negeri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan lanjutan lainnya seperti kanker dan aestethic. Menanggapi data tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara serius membangun fasilitas kesehatan bertaraf international di Tanah Air, melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan yang saat ini tengah dibangun di Sanur, Bali.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan pertama di Indonesia ini merupakan terobosan Pemerintah. Dalam lokasi seluas 40 hektar di wilayah Sanur, Pemerintah turut merevitalisasi hotel bersejarah yang dibangun oleh Ir. Soekarno dan menyatu dengan Ethno Botanical Garden. Kawasan Sanur menjadi pilihan sejalan dengan pamornya sejak dekade lalu sebagai destinasi wisata sarat budaya dan sejarah. Mengambil inspirasi Sanur dari asal kata “Sahar Nuhur” atau “silahkan datang”, serta lokasi wilayah Desa Intaran (diambil dari banyaknya tumbuhan perdu intaran) yang dulu banyak dipakai untuk pengobatan. Sanur juga dikenal sebagai “the sunrise of Bali”, sehingga makin menjadikan Sanur istimewa sebagai destinasi wisata kesehatan (medical tourism). KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan medical tourism, juga dapat menjadi tujuan untuk wisata wellness, sehingga Bali akan memiliki health tourism yang komprehensif.

Pada acara talkshow yang diselenggarakan hari Senin, 23 Januari 2023 bertajuk “Challenges and Opportunities of Indonesia’s Medical Tourism”, Direktur Utama IHC drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS menyampaikan bahwa mengungkapkan, inisiasi wisata kesehatan ini berasal dari peran penting Indonesia di ranah Asia. Melalui KEK kesehatan, Tanah Air mampu mengembangkan ekonomi yang pesat, membuka peluang untuk bersaing, dan memiliki infastuktur serta nilai tambah salah satunya di bidang kesehatan. ”Kementerian BUMN mendorong perusahaan-perusahaan BUMN untuk secara serius berinovasi membangun fasilitas bertaraf International dengan teknologi, spesialisasi serta didukung oleh sistem dan sumber daya manusia Kesehatan andal,” jelasnya.

Untuk ikut serta mengembangkan wilayah KEK Kesehatan tersebut, IHC bersama dengan Mayo Clinic merancang desain bangun, tata kelola dan budaya, layanan medis, quality assurance, dan academic. Mayo Clinic adalah organisasi kesehatan global asal Amerika Serikat. Sinergi yang terjalin ini bertujuan mencapai kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien dengan standar internasional tertinggi. Dengan demikian, diharapkan orang Indonesia tidak perlu lagi keluar negeri untuk memenuhi kebutuhan kesehatannya.

Mayo Clinic merupakan rumah sakit terbaik dunia versi Newsweek dan Statista, berdasarkan data dan survey kedua lembaga tersebut sejak tahun 2019 hingga saat ini. Berdasarkan US News dan World Report, Mayo Clinic juga menjadi rumah sakit terbaik AS selama tujuh tahun berturut-turut, serta peringkat teratas dalam empat belas spesialisasi. Mayo Clinic adalah lembaga perawatan kesehatan terkemuka di dunia, yang menonjol karena keunggulannya yang konsisten, termasuk dokter yang terkemuka, perawatan keperawatan terbaik, dan teknologi canggih.

Pembangunan rumah sakit berkelas internasional di kawasan KEK Kesehatan ini diharapkan selesai pada akhir 2023 dan akan beroperasi penuh pada awal tahun 2024. Rumah sakit internasional empat lantai ini berdiri di atas lahan seluas 5,0 hektar (Ha), dengan luas bangunan sekitar 6,0 Ha. Bali International Hospital (BIH) ini akan dikelilingi oleh landscape tanaman tropis, dengan rencana pengembangan untuk 250 tempat tidur rawat inap serta 6 layanan unggulan (center of excellence) kelas dunia, terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical Check Up (MCU) akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam Rumah Sakit ini.

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Rumah Sakit di Kawasan Ekonomi Khusus, diharapkan tenaga kesehatan (tenaga medis dan non-medis) warga negara Indonesia lulusan luar negeri mendapat keleluasaan untuk berpraktek tanpa prosedur adaptasi, dengan misi untuk berbagi pengetahuan dan teknologi secara progresif. Keunggulan lain adalah masuknya obat-obatan berkualitas tinggi sesuai ijin edar untuk dapat digunakan di KEK Kesehatan.

Lebih jauh, untuk mencapai keunggulan klinis, operasional dan bisnis, Bali International Hospital juga didukung dan dipandu oleh “Medical Advisory Board” atau tim khusus yang terdiri dari para ahli dan profesor dari berbagai bidang kedokteran universitas terkemuka di Indonesia. Rumah sakit Bali ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dibanding dengan institusi regional lainnya, serta memberikan ketenangan bagi pasien. Pasalnya, pasien dapat meyakini bahwa penyedia layanan kesehatan mereka yakni Bali International Hospital berkolaborasi dengan institusi dunia yang paling terpercaya di industri kesehatan ini.

Rumah Sakit Internasional Bali berkomitmen untuk menempatkan dan menumbuhkan reputasi Bali sebagai destinasi medical tourism terkemuka di Indonesia. Perusahaan berharap dapat terus dipercaya dan mendapatkan dukungan penuh baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, sehingga dapat mencapai tujuan bangsa yakni membawa potensi Indonesia melalui Bali.

“Pada akhirnya, rumah sakit internasional ini menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini menjadi bagian dari komitmen BUMN untuk Indonesia,” ujar drg. Mira.