MENU
LAPOR HOAX

7 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia

18 Januari 2023

7 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia

Kabar BUMN - Setiap negara memiliki tradisi Imlek yang berbeda-beda, tak terkecuali di Indonesia. Uniknya, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi Imlek yang unik dan seru, pastinya menyimpan makna tersendiri. Yuk, intip tradisi perayaan Imlek di Indonesia berikut ini.

Tahun ini, Tahun Baru Imlek 2575 jatuh pada 22 Januari 2023. Memasuki Tahun Baru Imlek, setiap negara, termasuk Indonesia memiliki tradisi perayaan Imlek yang sangat meriah. Uniknya, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan perayaan yang berbeda-beda.

Tak hanya tradisi pertunjukan naga liong dan barongsai, perayaan Imlek di berbagai daerah di Indonesia sangat beragam dan menyimpan makna mendalam. Mulai dari tradisi menyuguhkan air teh, festival kuliner, hingga festival perang air.

Biar tidak semakin penasaran, berikut 7 tradisi perayaan Imlek di Indonesia yang sayang dilewatkan:

Tradisi Patekoan

Glodok menjadi salah satu destinasi favorit untuk merayakan Imlek di Jakarta. Di kawasan Glodok, ada satu tradisi perayaan Imlek yang terkenal unik, yaitu tradisi Patekoan.

Patekoan adalah tradisi menyuguhkan air teh secara gratis kepada siapa saja yang melintasi jalanan di Glodok. Konon, tradisi yang sudah ada sejak abad ke-16 ini diinisiasi oleh seorang Kapiten Cina Gan Djie sebagai bentuk rasa peduli kepada sesama.

Mandi di Tujuh Sumur

Depok juga punya tradisi perayaan Imlek yang unik dan berbeda dengan lainnya. Salah satunya adalah mandi di tujuh sumur yang berlokasi di belakang Vihara Gayatri.

Menurut kepercayaan, vihara yang sudah berdiri sejak 1983 tersebut memiliki sumur yang membawa berkah bagi siapa saja yang menggunakannya. Mandi di tujuh sumur dipercaya dapat mendatangkan rezeki, jodoh, hingga menyembuhkan penyakit.

Grebeg Sudiro

Selanjutnya adalah Grebeg Sudiro, tradisi perayaan Imlek yang dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah. FYI, perayaan Grebeg Sudiro merupakan wujud akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa, sekaligus bentuk toleransi umat beragama di Solo.

Salah satu wujud akulturasi budaya tersebut bisa dilihat dari adanya gunungan berisi hasil bumi yang diarak dan dibagikan kepada masyarakat. Biasanya, gunungan tersebut berisi kue keranjang; makanan khas Imlek, dan berbagai kue tradisional, seperti: janglut, bakpao, onde-onde, gembukan, dan keleman.

Tradisi Tuk Panjang

Mengutip dari Kompas.com, Tuk Panjang merupakan tradisi menyambut perayaan Tahun Baru Imlek di Kawasan Pecinan Kota Semarang. Tuk Panjang merupakan acara penjamuan di atas meja panjang yang diberikan oleh warna Pecinan kepada masyarakat luar pecinan. Konon, hidangan yang disajikan tersebut dapat membawa kebaikan, keberkahan, keberuntungan, dan mempererat kerukunan antar sesama.

Pekan Budaya Tionghoa

Pekan Budaya Tionghoa menjadi salah satu perayaan Imlek di Yogyakarta yang paling dinantikan. Selain unik, perayaan Imlek tersebut akan menampilkan “wajah baru” kawasan Malioboro. Pasalnya, gang pecinan di kawasan Malioboro disulap mirip suasana pasar malam di Cina. Menariknya lagi, Anda bisa menjajal berbagai macam kuliner, dan menikmati penampilan budaya khas Tionghoa.

Festival Cian Cui

Tradisi perayaan Imlek di Riau terkenal unik dan berbeda dengan lainnya, yakni Festival Perang Air atau Festival Cian Cui. Sesuai dengan namanya, perayaan Imlek ini dilakukan dengan saling menyiramkan air menggunakan pistol air, gayung, maupun kantong plastik.

Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, air memiliki makna rezeki. Sehingga, diharapkan Festival Cian Cui saat menyambut Tahun Baru Imlek dapat mendatangkan lebih banyak rezeki bagi banyak orang.

Pawai Tatung

Menjadi tradisi perayaan Imlek meriah di Singkawang, Kalimantan Barat yang sayang dilewatkan begitu saja. Pasalnya, Pawai Tatung akan menampilkan lebih dari 500 tatung yang berparade sambil memperlihatkan kesaktiannya. FYI, tatung adalah sosok manusia yang dipercaya dirasuki roh dewa.

Selama parade berlangsung, para tatung akan menampilkan adegan-adegan yang terkenal ekstrem. Seperti salah satunya menancapkan benda tajam ke dalam tubuhnya. Kabarnya, tradisi Tatung berfungsi sebagai ritual pencucian jalan untuk membersihkan kesialan dari roh jahat.

Foto: Dok. Kompas.com