MENU
LAPOR HOAX

Masjid Raya Bakauheni Mampu Tampung 2.000 Jemaah

22 September 2022

Masjid Raya Bakauheni Mampu Tampung 2.000 Jemaah

Kabar BUMN - Pembangunan Masjid Raya Bakauheni sudah mencapai 70 persen, dan proyek ini adalah tahap pertama dari keseluruhan tiga tahap pembangunan kawasan terintegrasi Kota Mandiri Bakauheni Harbour City yang dikembangkan ASDP.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengkakselerasi salah satu Proyek Strategis Nasional di wilayah Lampung Selatan yakni Bakauheni Harbour City (BHC), khususnya pembangunan Masjid Raya Bakauheni yang progres fisiknya sudah mencapai 70 persen per 12 September 2022.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan Masjid Raya Bakauheni yang mampu menampung sekitar 2.000 jamaah ini, dibangun ASDP bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan nilai proyek sekitar Rp38 miliar. Adapun pendanaannya di antaranya berasal dari crowdfunding/wakaf dari masyarakat.

"Saat ini progres fisik telah mencapai sekitar 70 persen, ditargetkan selesai pada minggu ke-4 Oktober. Masjid Raya Bakauheni nantinya akan terdiri atas transition area, multifunction area, toilet, area wudu, area utilitas, area shalat, serambi, imam lounge, dan observation deck. Diharapkan, Masjid Raya Bakauheni ini sudah bisa digunakan untuk jemaah mulai Bulan November tahun ini," kata Shelvy.

Proyek Masjid Raya Bakauheni merupakan tahap pertama dari keseluruhan tiga tahap pembangunan kawasan terintegrasi Kota Mandiri Bakauheni Harbour City yang dikembangkan ASDP. Rinciannya, Tahap 1 mencakup jangka waktu periode 2022-2030 yang terbagi lagi menjadi Tahap 1A periode 2022-2025 seluas 41,9 ha yakni tahap pembangunan prioritas PSN yang berupa pengembangan fungsi utama pendukung aktivitas pelabuhan yaitu pembangunan theme park, hotel, komersial UMKM, fasilitas publik dan revitalisasi Menara Siger.

Kemudian, Tahap 1B periode waktu 2026-2030 dengan luas 22,8 ha yang merupakan kelanjutan pengembangan area prioritas PSN dengan fokusnya berupa pengembangan hotel di Distrik 3 dan komersial pendukung. 

Untuk Tahap 2 periode 2031-2040 seluas 64 ha mencakup peningkatan pelayanan Bakauheni Harbour City sebagai kawasan kota mandiri yakni pembangunan di Distrik 2 dan 3 untuk memperluas layanan BHC sebagai kawasan kota pelabuhan terintegrasi.

Tahap 3 periode 2041-2061 mencakup luasan 31,2 ha yakni keberlanjutan dan diversifikasi pembangunan untuk memberikan keberagaman dan pembangunan yang telah dilaksanakan dengan opsi hotel, kondotel/vilatel, dan atraksi wisata.

"Total luas lahan hingga tiga tahap mencapai 160 ha dengan perkiraan nilai keseluruhan investasi mencapai Rp4,7 triliun," kata Shelvy.

Selain Masjid Raya Bakauheni, pembangunan Kota Mandiri Bakauheni Harbour City juga mencakup Housing Development and Entrepreneurship Center (HDEC) bekerja sama dengan Pemprov Lampung dan PT BTN (Persero) Tbk, Renovasi Menara Siger bersama Pemprov Lampung dan PT BRI (Persero) Tbk, Creative HUB dengan Pemprov Lampung dan PT BNI (Persero) Tbk, UMKM Siger bersama Pemprov Lampung dan Bank Mandiri (Persero) Tbk, Krakatau Park bersama Jatim Park Group, dan Pembangunan Jalan Akses Lintas Timur. Selain itu, juga terdapat Taman Konservasi Mangrove, Bakauheni Marina Festival, Aguarium and Maritime Experience Centre, Dermaga Wisata Bakauheni, dan Observatorium Teropong Bintang.

Kota Mandiri Bakauheni Harbour City berada di lokasi strategis yakni pertemuan dua koridor ekonomi utama di Tanah Air yakni Jawa dan Sumatera. Saat ini, penyeberangan laut Merak-Bakauheni menjadi salah satu lintasan tersibuk di Indonesia dengan angka mencapai 20 juta penumpang pada tahun 2019. BHC ini akan menjadi hub pariwisata di Provinsi Lampung dan khususnya Kabupaten Lampung Selatan.