MENU
LAPOR HOAX

Bangun Bendungan Sidan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air di Bali

21 September 2022

Bangun Bendungan Sidan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air di Bali

Kabar BUMN - Dibangun sejak 2018, bendungan yang berada di wilayah Kabupaten Badung, Bangli, dan Gianyar ini ditargetkan selesai pada 2023, dan akan memiliki kapasitas tampung sebesar 3,82 juta meter kubik.

Tumbuh dan berkembangnya sektor wisata serta penduduk Bali yang kian pesat secara tidak langsung berdampak pada meningkatkan kebutuhan air baku. PT Brantas Abipraya (Persero) membuktikan komitmennya sebagai BUMN yang selalu ada untuk setiap wilayah Indonesia dengan membangun Bendungan Sidan sebagai solusi atas persoalan air tersebut.

Dibangun di tiga wilayah kabupaten yakni Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Gianyar, pembangunan bendungan ini dilakukan sejak 2018 dan ditargetkan selesai pada 2023. Bendungan Sidan berkapasitas tampung sebesar 3,82 juta meter kubik.

“Bendungan Sidan merupakan salah satu dari 65 bendungan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi program prioritas pada bidang pembangunan infrastrukur di Bali. Kehadiran bendungan ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Bali melalui peningkatan jumlah tampungan air,” ujar Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Selain mendukung ketahanan air dan pangan bagi tiga kabupaten, Anas menyatakan bahwa bendungan ini juga berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,65 MW. Bendungan yang dibangun di lahan seluas 82,73 hektar dan total bidang 165 are tersebut mampu menyediakan air baku 1,75 m3/detik untuk Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) guna memenuhi kebutuhan domestik dan pariwisata.

Bendungan Sidan adalah bendungan tipe Zonal dengan inti tegak memiliki panjang puncak 185 meter serta lebar puncak 8,5 meter yang sumber airnya berasal dari Sungai Ayung. Bendungan ini dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 453 meter dengan diameter 5 meter yang berfungsi sebagai pengendali banjir dari debit masuk sebesar 405,09 m/detik menjadi 138,20 m/detik debit ke luar.

Dikenal unggul dalam membangun infrastruktur khususnya bendungan, Brantas Abipraya memastikan bahwa penyelesaian proyek ini bisa tuntas sesuai target waktu, mutu, dan biaya. “Kami pastikan ini akan selesai tepat waktu, agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat sekitar, juga para wisatawan. Pembangunan Bendungan Sidan ini akan memberikan banyak manfaat untuk Bali dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air bersih, serta pariwisata,” tutup Anas.