MENU
LAPOR HOAX

Selangkah Menuju Pertemuan Petinggi Dunia

10 Agustus 2022

Selangkah Menuju Pertemuan Petinggi Dunia

Kabar BUMN - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan KTT G20.

Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sudah di depan mata. Semua lini bekerja keras mempersiapkan perhelatan bersejarah di Bali, November mendatang yang memberikan Indonesia untuk berada di ujung tombak penyelesaian agenda-agenda global. Dalam kesempatan ini, Indonesia dapat memastikan suara dan kepentingan rakyat Indonesia didengar oleh seluruh dunia.

Dengan memegang kursi presidensi G-20, Indonesia berkesempatan mengajukan topik dan memimpin dialog global tentang isu-isu prioritas agar sejalan dengan kebutuhan Indonesia. Presidensi ini juga memberikan kesempatan untuk menunjukkan keberhasilan-keberhasilan Indonesia kepada para anggota G20. "Saya minta semua pihak bekerja sama mengurus acara ini. Saya minta kesiapan (KTT) G20 selesai Oktober di minggu ketiga atau keempat," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritian dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan persnya, Jumat (8/7/2022).

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan KTT G20. Mulai dari pembangunan terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali yang dilakukan sejak 14 Maret 2022 di atas lahan PT Angkasa Pura I dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2022. Pembangunan terminal VVIP ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dan konsultan supervisi PT Virama Karya dengan anggaran Rp51 miliar.

Adapun ruang lingkup pekerjaan terdiri dari bangunan VVIP; bangunan pos jaga; bangunan ground water tank dan ruang pompa; pagar keliling dan gerbang; penataan lanskap; area drop off; area drop on; serta relokasi instalasi Mekanikal Elektrikal Plumbing (MEP). Terminal VVIP Bandara Ngurah Rai yang telah direvitalisasi nantinya akan dipergunakan sebagai tempat parkir pesawat dan tempat kedatangan para pejabat tinggi negara G20.

Selain bandara, kesiapan infrastruktur dan logistik juga telah disiapkan di berbagai tempat, di antaranya mengenai akomodasi transportasi bagi delegasi, kemudian dalam hal komunikasi, jalan raya, jaringan listrik hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dan mengenai kesiapan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Komitmen Energi Hijau

Sebagai wujud komitmen Indonesia dalam menyambut era elektrifikasi, selama puncak penyelenggaraan G20, November 2022, kendaraan operasional para deligasi akan menggunakan mobil listrik murni. "Saat ini capaian persiapan telah mencapai 56,32 persen. Kita kebut prosesnya sebelum KTT harus sudah aman dan siap pakai," kata Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, dilansir dari siaran persnya Minggu (10/7/2022).

Selain bandara, kesiapan infrastruktur dan logistik juga telah disiapkan di berbagai tempat dari sarana telekomunikasi, jaringan listrik hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Selain bandara, kesiapan infrastruktur dan logistik juga telah disiapkan di berbagai tempat dari sarana telekomunikasi, jaringan listrik hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Total SPKLU yang disediakan oleh PLN sebagai pemasok listrik nasional berjumlah 91 unit yang terdiri atas 70 SPKLU Ultra Fast Charging dan 21 unit SPKLU Fast Charging. 91 unit SPKLU yang disediakan PLN tersebar diberbagai titik di Bali, yakni, 26 unit SPKLU Ultra Fast Charging akan disediakan di Hotel Apruva Kempinski dan 38 unit lainnya di ITDC Nusa Dua. Ada juga 21 unit SPKLU Fast Charging pendukung yang tersebar 15 titik di seluruh Bali. PLN juga telah menyiapkan 200 unit Home Charging sebagai pelengkap bagi kendaraan operasional lain. "Langkah yang dilakukan PLN ini bukan hanya semata-mata untuk perhelatan G20. Mengingat Bali merupakan wilayah destinasi wisata, maka usai acara ini SPKLU juga bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat," kata Darmawan.

Menurut dia, ini merupakan perwujudan komitmen PLN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kehadiran kendaraan listrik. Dengan infrastruktur pendukung yang lengkap, ia menilai masyarakat tidak perlu ragu lagi dalam menggunakannya.

Penggunaan kendaraan listrik sebagai pengganti kendaraan berbahan bakar fosil merupakan bagian dari perwujudan pengembangan energi hijau yang menjadi salah satu dari tiga agenda utama KTT G20. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, untuk mewujudkan percepatan transisi energi hijau diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. “Saat ini dunia menuntut masa depan yang lebih berkelanjutan dan kolaborasi semua pelaku bisnis untuk mengadopsi kebijakan zero emisi dan transisi energi hijau demi masa depan generasi mendatang,” ujar Arsjad.

Arsjad memastikan transisi energi yang lebih hijau bukan berarti menghentikan profit bagi perusahaan. Justru, langkah perusahaan yang beralih ke energi bersih akan membuat nilai lebih bagi brand dan konsumen menjadi lebih percaya serta memberikan nilai positif karena melihat komitmen pelaku bisnis bagi dunia yang lebih lestari.

 Perusahaan yang beralih ke energi bersih akan membuat nilai lebih bagi brand dan konsumen menjadi lebih percaya serta memberikan nilai positif karena melihat komitmen pelaku bisnis bagi dunia yang lebih lestari.
Perusahaan yang beralih ke energi bersih akan membuat nilai lebih bagi brand dan konsumen menjadi lebih percaya serta memberikan nilai positif karena melihat komitmen pelaku bisnis bagi dunia yang lebih lestari.

Hal senada juga dikatakan Ketua Penyelenggara B-20 Indonesia Shinta Kamdani. Menurut Shinta, transisi energi harus memberikan manfaat, bukan menjadi suatu beban. Transisi energi, lanjut Shinta harus dipersiapkan dengan matang termasuk juga melakukan mitigasi biaya-biaya yang dibutuhkan, serta dampak yang dapat ditimbulkan.