MENU
LAPOR HOAX

Semester I 2022, Hutama Karya Catatkan Pertumbuhan Pendapatan dan Aset

8 Agustus 2022

Semester I 2022, Hutama Karya Catatkan Pertumbuhan Pendapatan dan Aset

Kabar BUMN - Pertumbuhan Volume Lalu Lintas yang berdampak pada profitabilitas pendapatan perusahaan dapat terealisasi seiring dengan recovery perekonomian dan market utamanya pada saat telah diizinkannya mudik Lebaran 2022.

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) secara resmi telah merilis kinerja keuangan pada semester I tahun 2022. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, mengatakan bahwa Hutama Karya mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan, EBITDA hingga aset perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, pada semester I 2022 total aset perusahaan mengalami kenaikan sebesar 15,76 persen menjadi Rp 127,95 triliun bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara ekuitas perusahaan tumbuh sebesar 76,99 persen menjadi Rp 54,15 triliun dan liabilitas turun 7,67 persen menjadi Rp 73,8 triliun.

“Selain itu perusahaan juga membukukan pendapatan senilai Rp 8,13 triliun atau meningkat 1,9 persen dan membukukan peningkatan pada EBITDA sebesar Rp 1,71 triliun atau meningkat 44,70 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi, khususnya yang menyebabkan pertumbuhan trafik di ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” ujar Adri.

Sementara itu, Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi menyampaikan bahwa untuk mendorong kinerja konstruksi, perusahaan lebih selektif dalam mengikuti tender dan memilih kontrak-kontrak baru untuk memastikan margin konstruksi yang cukup guna meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Hutama Karya mencatatkan kontrak baru sebesar Rp5,83 triliun pada semester I 2022. Adapun segmen yang memberikan kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru Perseroan adalah bersumber dari sektor EPC sebesar 41,84% serta sektor Jalan dan Jembatan sebesar 45,47% dari total nilai kontrak baru. Selain itu, kinerja dari sektor proyek gedung Hutama Karya juga mengalami peningkatan dan menghasilkan keuntungan dimana baru-baru ini perusahaan meraih kontrak proyek RS Sanglah, Menara Turyapada di Bali, dan revitalisasi Gedung Parkir TMII.

“Sampai dengan semester I/2022, kontrak baru dari swasta mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi mencapai 50,40 persen, disusul oleh pemerintah sebesar 26,50 persen dan BUMN sebesar 23,09 persen. Hutama Karya optimis masih mengejar target kontrak baru di tahun 2022 yang telah ditetapkan,” imbuh Gunadi.

Dengan total perolehan tersebut, Hutama Karya masih terus mengejar perolehan kontrak baru pada tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan dengan berfokus pada proyek-proyek jalan dan jembatan. Pencapaian tersebut tak lepas dari perbaikan dan transformasi yang dilakukan oleh perusahaan, salah satunya dengan meningkatkan kualitas hasil produk konstruksi untuk memberikan nilai tambah bagi portofolio perusahaan, serta peningkatan upaya efisiensi beban usaha. Selain itu strategi yang dilakukan perusahaan guna mendongkrak kinerja di tahun 2022 adalah dengan meningkatkan basis kekuatan kolektif grup usaha dengan menguatkan fondasi keuangan individu perusahaan beserta masing masing anak perusahaan.

Kinerja yang baik ini, menjadi modal yang kuat bagi Hutama Karya untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Setelah berpengalaman membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Hutama Karya cukup berminat untuk mengikuti tender pada beberapa proyek di IKN sesuai dengan proses tender secara umum berusaha seoptimal mungkin mengutilisasi kapasitas dan kapabilitas perusahaan.

“Hutama Karya akan semaksimal mungkin berperan serta baik secara non JO maupun JO dengan BUMN Karya atau swasta lainnya. Kami menargetkan proyek-proyek dari sektor infrastruktur jalan tol, jembatan, gedung-gedung perkantoran, hingga prasarana air bersih dan sanitasi yang akan dilelang dalam projek IKN,” imbuh Gunadi.

Segmen yang memberikan kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru Perseroan adalah bersumber dari sektor EPC sebesar 41,84% serta sektor Jalan dan Jembatan sebesar 45,47% dari total nilai kontrak baru.
Segmen yang memberikan kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru Perseroan adalah bersumber dari sektor EPC sebesar 41,84% serta sektor Jalan dan Jembatan sebesar 45,47% dari total nilai kontrak baru.

Dari sisi bisnis pengelolaan Jalan Tol, Hutama Karya mencatat tren peningkatan Volume Lalu Lintas (VLL) yang cukup signifikan pada ruas-ruas yang dikelola.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan bahwa selama periode Semester I 2022, pertumbuhan VLL mencapai 21,32% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

“Pertumbuhan VLL yang berdampak pada profitabilitas pendapatan perusahaan yang tumbuh dapat terealisasi seiring dengan recovery perekonomian dan market utamanya pada saat telah diizinkannya mudik lebaran 2022 serta pelonggaran peraturan mengenai Pemberlakukan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga trafik pada ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya tumbuh signifikan,” jelas Koentjoro.

Selain itu, pertumbuhan ini disebabkan karena bertambahnya ruas-ruas baru seperti Tol Binjai – Langsa Seksi 1 (Binjai – Stabat) dan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2 (Seulimeum – Jantho). Adapun Hutama Karya memproyeksikan VLL akan pulih sehingga pendapatan penerimaan dari jalan tol dapat meningkat. Dari sisi konstruksi, Hutama Karya juga terus melanjutkan pembangunan ruas-ruas JTTS dimana sudah mulai memasuki fase akhir untuk tahap 1 yang nantinya dapat segera menghubungkan kota-kota besar di Sumatra sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di sana di masa mendatang.

Saat ini, Hutama Karya masih fokus dalam penyelesaian JTTS di 8 ruas tol tahap I. Adapun progres masing-masing ruas tol tersebut yakni Tol Sigli – Banda Aceh (74 Km) dengan total progres konstruksi mencapai 90.54%, Tol Indrapura – Kisaran (48 Km) dengan progres konstruksi 54.55%, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) dengan progres konstruksi 63,94%, Tol Sp. Indralaya – Muara Enim Seksi Indralaya – Prabumulih (65 Km) dengan progres konstruksi 76.08% 5, Tol Padang – Sicincin (38Km) dengan progres konstruksi mencapai 45,3%, Tol Pekanbaru – Pangkalan (65 km) Seksi Pekanbaru - Bangkinang (40 Km) dengan progres konstruksi 83.58% dan Seksi Bangkinang - Pangkalan (25 Km) dengan progres konstruksi 62.33%, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17,6 Km) dengan progres konstruksi 100%, serta Tol Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km) dengan progres konstruksi 58.07%.

Selain itu, perusahaan diproyeksikan dapat tetap menjaga kinerja keuangan sesuai dengan target proyeksi tahun 2022 dari peluang proyek kontrak baru yang akan ditenderkan di tahun ini dan dimulainya kembali proyek-proyek yang sempat terhenti pasca COVID-19.