MENU
LAPOR HOAX

Skema Insentif untuk Percepatan Pemulihan Penerbangan

6 Agustus 2022

Skema Insentif untuk Percepatan Pemulihan Penerbangan

Kabar BUMN - Sektor penerbangan global terdampak hebat akibat pandemi COVID-19 yang telah berlangsung kurang lebih 2 tahun terakhir. Dalam menghadapi tantangan pandemi ini diperlukan kolaborasi seluruh stakeholder agar penerbangan nasional dapat pulih kembali. Oleh karena itu, PT Angkasa Pura II menetapkan lima skema insentif bagi maskapai.

Upaya percepatan pemulihan penerbangan ini diungkapkan oleh Muhammad Awaluddin selaku President Director PT Angkasa Pura II. Menurutnya, Bandara AP II telah menjalankan sejumlah program kolaborasi dengan stakeholder guna menggeliatkan penerbangan nasional. “AP II sebagai operator bandara mengedepankan kolaborasi dengan para stakeholder dalam mendorong dan mengakselerasi pemulihan penerbangan nasional,” terangnya.

Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, salah satu bentuk kolaborasi yang dijalankan AP II untuk mendukung pemulihan penerbangan dan pariwisata adalah dengan memberlakukan atau menetapkan 5 skema insentif jasa kebandarudaraan bagi maskapai. Adapun skema tersebut yaitu:

1. New Route Incentive

Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan (landing charges) diberikan di bandara-bandara yang dikelola AP II, kecuali Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kertajati, bagi maskapai yang membuka rute baru yang belum pernah diterbangi secara berjadwal dalam kurun waktu 6 bulan. Ini berlaku untuk penerbangan dalam negeri, luar negeri, dan kargo.

2. New Airlines Entrance Incentive
Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan (landing charges) diberikan di bandara-bandara yang dikelola AP II, kecuali Bandara Kertajati, bagi maskapai nasional dan asing yang belum beroperasi secara berjadwal di salah satu bandara AP II dalam kurun waktu 6 bulan. Skema insentif ini diberlakukan untuk penerbangan luar negeri dan kargo.

3. Red Eye Incentive

Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan (landing charges) dan jasa parkir pesawat (parking charges) khusus di Bandara Soekarno-Hatta, bagi maskapai yang membuka destinasi baru, rute baru dan penambahan frekwensi pada pukul 24.00 - 04.00 local time.  Diterapkan untuk penerbangan dalam negeri, luar negeri, dan kargo.

4. Unschedule flight incentive

Insentif berupa 100% cashback untuk jasa pendaratan (landing charges) di bandara-bandara AP II kecuali Bandara Kertajati, untuk penerbangan tidak berjadwal yang diinisiasi oleh AP II atau pemerintah pusat/pemerintah daerah, sebagai contoh untuk mendukung program pariwisata dan untuk penerbangan tidak berjadwal dalam negeri dan luar negeri.

5. Supporting facilities incentive

Insentif diberikan oleh masing-masing bandara AP II untuk mendukung kegiatan inaugural flight, sesuai fasilitas dan kemampuan masing-masing bandara. Sebagai  contoh, kegiatan inaugural flight dapat berupa prosesi water salute dan sebagainya untuk penerbangan dalam negeri, luar negeri, dan kargo.

Menurut Akbar Putra Mardhika selaku VP of Corporate Communications AP II menuturkan bahwa skema insentif secara detail termasuk prosedur cashback dan prosedur lainnya dibahas secara langsung antara AP II dan maskapai. “Kami berharap insentif ini dapat bermanfaat bagi maskapai dan turut mendukung pemulihan penerbangan. Masa berlaku insentif sejalan dengan evaluasi yang diberlakukan secara berkala,” ujarnya.

Adapun Kementerian Perhubungan juga telah menetapkan kebijakan pengenaan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp0,- atau 0% untuk Jasa Pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) yang berlaku di Unit Penyelenggara Bandara Udara melalui Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor PR 14 Tahun 2022.

Seperti diketahui, saat ini bandara AP II yang dibuka untuk melayani penerbangan komersial adalah Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), Kertajati (Majalengka), Banyuwangi (Banyuwangi), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), dan Jenderal Besar Soedirman (Purbalingga).