MENU
LAPOR HOAX

Cara Pencegahan Penyakit Cacar Monyet

4 Agustus 2022

Cara Pencegahan Penyakit Cacar Monyet

Kabar BUMN - Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit zoonosis virus langka yang terjadi di bagian terpencil Afrika tengah dan barat. Penyakit ini telah menyebar ke sekitar 65 negara dengan sebanyak hampir 16 ribu orang yang terjangkit.

Cacar monyet tergolong dalam Orthopoxvirus, cabang keluarga Poxviridae serupa dengan virus pemicu smallpox dan dapat menular melalui binatang dengan gejala lebih ringan. Lalu, bagaimana cacar monyet ini dapat menular? Tak hanya itu, agar terhindar dari penyakit ini, bagaimana cara pencegahannya, ya?

Berikut adalah penjelasannya:

Gejala cacar monyet sama seperti cacar biasa pada umumnya. Namun, terdapat perbedaan utama antara tanda-tanda cacar biasa dengan monkeypox. Perbedaannya yaitu adanya pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati.

Penularan penyakit ini dapat melalui hewan yang terinfeksi khususnya monyet serta hewan pengerat seperti tikus. Kebanyakan, penyakit ini menular lewat kontak dari kulit ke kulit atau dekat dengan yang mempunyai lesi karena virus. Periode inkubasi virus dari infeksi hingga munculnya gejala monkeypox lazimnya 6 hingga 16 hari. Namun, ada juga sekitar 5 sampai 21 hari.

Penularan dapat disebabkan karena kontak langsung seperti gigitan dan cakaran hewan yang terinfeksi, lalu mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi. Ternyata, menyentuh barang atau benda yang terkontaminasi juga menjadi penyebabnya, loh! Tak hanya itu, penyebaran juga bisa terjadi karena virus masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, luka terbuka, hingga selaput lendir mata, mulut, atau hidung, dan juga dapat menular dari manusia satu dengan lainnya lewat kontak langsung bahan lesi atau cairan tubuh, serta kontak tidak langsung melalui bahan lesi.

Baru-baru ini, Indonesia digegerkan dengan salah seorang pasien yang diduga terjangkit cacar monyet di Jawa Tengah, Semarang. Pasien tersebut kini menjalani isolasi mandiri dan tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengemukakan pasien yang teridentifikasi sebagai pria itu bukanlah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Oleh karena itu, harus berhati-hati dan melakukan pencegahan terhadap penyakit cacar monyet. Adapun caranya dengan menghindari kontak bersama hewan yang berpotensi menjadi penyebar virus, khususnya hewan buas, primata, tikus, hewan sakit sampai hewan mati. Tak hanya itu, juga harus menghindari kontak fisik dengan orang terinfeksi cacar monyet ataupun barang dan benda yang terkontaminasi.

Mengurangi konsumsi daging atau darah yang dimasak ala kadarnya, begitu juga dengan daging hasil buruan dari hewan liar. Jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat dan bersih, biasakan mencuci tangan dengan baik setelah kontak bersama manusia maupun hewan terinfeksi. Gunakanlah APD atau alat pelindung diri ketika sedang merawat pengidap penyakit monkeybox.

Jika menemukan sejumlah tanda-tanda penyakit cacar monyet, khususnya setelah pergi liburan ke tempat yang terjangkit dengan penyakit ini, segeralah melakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, ya! Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.