MENU
LAPOR HOAX

ID FOOD Ciptakan Avatar Teknologi Digital SIMA untuk Pengelolaan Aset

15 Juli 2022

ID FOOD Ciptakan Avatar Teknologi Digital SIMA untuk Pengelolaan Aset

Kabar BUMN - Virtual Tour yang memvisualisasikan seluruh aset Holding pangan ID FOOD group yang berada di 1.608 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Sebagai upaya penerapan inovasi teknologi digital, PT RNI (Persero) / Holding pangan ID FOOD kembali berinovasi teknologi digital, kali ini untuk pengelolaan aset perseroan.

Teknologi ini bernama Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) sebagai basis data dan informasi aset yang dimiliki ID FOOD group melalui live photo view 360° atau yang kita kenal dengan Virtual Tour Aset.

"Kami menciptakan Virtual Tour yang memvisualisasikan seluruh aset Holding pangan ID FOOD group yang berada di 1.608 titik lokasi di seluruh Indonesia ke dalam satu sistem SIMA,” Jelas Endang Suraningsih Direktur SDM Holding Pangan ID FOOD. [15/7/2022]

Menurutnya, sistem ini merupakan data aset terintegrasi sekaligus dapat mengajak Insan BUMN Pangan mengenali dan menjelajah aset- aset Korporasi dengan mudah.

“Insan pangan bisa berwisata virtual tour sambil bekerja sekaligus menambah wawasan mengenai aset - aset ID FOOD group,” imbuhnya.

Endang melanjutkan dari 1.608 total aset ID FOOD group berdasarkan titik lokasi, terdiri atas 101 aset Holding Pangan, 1.110 titik lokasi gabungan BUMN Pangan dan 397 aset titik lokasi Member of ID FOOD lainnya yang tersebar di 33 Provinsi dan 178 Kota / Kabupaten di seluruh Indonesia.

“Dengan Virtual Tour aset, Insan Pangan dapat menjelajahi layaknya destinasi wisata pada umumnya sekaligus mendapatkan bekal Informasi aset perseroan,” pungkas Endang.

Platform digital SIMA ini, lanjut Endang, masih terus dikembangkan, bahkan nantinya Ia akan ciptakan Avatar - Avatar dari Insan Pangan sebagai Pemandu wisata aset yang dapat menjelajahi  seluruh aset milik ID FOOD melalui platform digital.

Virtual tour aset ID FOOD group didukung elemen-elemen multimedia lain, seperti narasi data aset, musik dan elemen lainnya sehingga mudah untuk mengedukasi Insan Pangan apalagi selaras dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir.