MENU
LAPOR HOAX

10 Kebiasaan Buruk Pemicu Penyakit Jantung

29 Juni 2022

10 Kebiasaan Buruk Pemicu Penyakit Jantung

Kabar BUMN - Kesehatan jantung tidak hanya dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi sehari-hari saja. Akan tetap juga bisa dipicu oleh kebiasaan buruk yang kerap kita lakukan setiap hari. Berikut adalah kebiasaan buruk memicu penyakit jantung yang harus Anda hindari.

Tanpa Anda sadari, ada banyak kebiasaan buruk sehari-hari kerap kita lakukan dapat memicu penyakit jantung yang mematikan. Beberapa faktor risiko penyakit jantung tersebut bisa berasal dari gaya hidup tidak sehat yang mungkin tidak kita sadari.

Bukan hanya soal mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga teratur saja. Tetapi hal-hal sepele yang mungkin Anda anggap remeh ternyata dapat menjadi bumerang mematikan bagi kesehatan jantung.

Agar terhindari dari berbagai masalah kesehatan, terutama masalah kesehatan jantung, berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk dapat memicu penyakit jantung yang harus Anda hindari dari sekarang:

  1. Duduk sepanjang hari

Fakta mengejutkan, orang yang duduk selama 5 jam atau lebih dalam sehari memiliki risiko 2 kali lipat untuk mengalami gagal jantung. Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2014 oleh American Heart Association (AHA).

  1. Banyak minum alkohol

Kebiasaan banyak minum alkohol dapat merusak kesehatan jantung dengan memicu tekanan darah tinggi, strok, dan obesitas. Menurut AHA, kebiasaan banyak minum alkohol akan mengganggu ritme jantung normal, sehingga menyebabkan gagal jantung. Menurut para pakar, batasan aman minum alkohol, yaitu 2 gelas sehari untuk pria dan 1 gelas untuk wanita.

  1. Terlalu stres

FYI, stres memicu tubuh untuk melepaskan hormon adrenalin. Hormon tersebut dapat memengaruhi fungsi tubuh, seperti meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Umumnya, efek stres hanya sementara. Namun jika stres terus-menerus, dapat merusak pembuluh darah di jantung, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan strok.

  1. Tidak flossing

Hubungan flossing dengan jantung ditemukan dalam beberapa studi, termasuk yang diterbitkan pada Juli 2013 oleh International Scholarly Research Notices. Studi tersebut menunjukkan bahwa bakteri yang terkait dengan penyakit gusi meningkatkan peradangan dalam tubuh. Peradangan tersebut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

  1. Konsumsi garam berlebih

Kementerian Kesehatan telah menganjurkan untuk membatasi konsumsi garam sebanyak 5 gram/orang/hari (1 sendok teh/orang/hari) atau setara 2000 mg natrium/orang/hari. Karena mengonsumsi garam berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, serta meningkatkan risiko penyakit jantung.

  1. Kurang tidur

Tidak cukup tidur dapat merusak kesehatan jantung. Kurang tidur kronis juga dapat menyebabkan tingkat hormon kortisol dan adrenalin yang tinggi, situasi ini mirip dengan tingkat stres yang tinggi. Untuk itu disarankan untuk tidur yang cukup, yakni 6-8 jam bagi orang dewasa.

  1. Konsumsi kafein

Peneliti percaya, kafein dapat membuat lonjakan tekanan darah dan memberi sinyal pada kelenjar adrenal dalam tubuh untuk menghasilkan lebih banyak adrenalin. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang memicu penyakit jantung.

  1. Merokok

Sebuah penelitian mengungkapkan, 1 dari 3 kematian akibat penyakit jantung berhubungan langsung dengan merokok. Selain itu, jika Anda seorang perokok berat, ketahuilah bahwa kebiasaan buruk ini menyebabkan darah lebih lengket, sehingga lebih mungkin untuk menggumpal dan menyebabkan strok.

  1. Paparan asap rokok

Rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Meski bukan perokok, Anda tetap berisiko terpapar ratusan racun dari asap rokok di sekitar Anda. Asap rokok memiliki efek buruk pada sistem kardiovaskular, dan dapat memicu penyakit jantung koroner serta strok.

  1. Makanan manis

Gula tambahan dalam kue atau makanan lainnya juga dapat memicu penyakit jantung. Sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine menemukan hubungan langsung antara konsumsi gula dan risiko penyakit jantung lebih besar. Kementerian Kesehatan menganjurkan batasan konsumsi gula sebanyak 200 kkal, atau setara dengan 4 sendok makan/orang/hari (50 gram/orang/hari).