MENU
LAPOR HOAX

TMII Hadirkan Pagelaran Seni dan Budaya

23 Juni 2022

TMII Hadirkan Pagelaran Seni dan Budaya

Kabar BUMN -  Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menghadirkan Festival Harmoni Indonesia dengan menyajikan berbagai pagelaran seni dan budaya yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Festival ini untuk memperingati hari Sumpah Pemuda pada 28-29 Oktober 2022.

Pagelaran seni dan budaya ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) berkolaborasi dengan TMII. Nantinya, festival ini juga akan menghadirkan musik, tari atau seni pertunjukan, kuliner, hingga film.

Emilia Eny Utari selaku Direktur Eksekutif TMII Emilia menyambut baik dan antusias atas kerja samanya dengan Kemendagri untuk mewujudkan gelaran Festival Harmoni Indonesia. Menurut Emilia melalu festival ini secara tidak langsung dapat menghidupkan kembali marwah TMII sebagai etalase budaya dari 34 provinsi.

“Mudah-mudahan dengan adanya festival ini, kita bisa mendapatkan sesuatu yang luar biasa, output-nya ketahuan, serta semua masyarakat Indonesia khususnya kaum milenial dan Z bisa lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri,” kata Emilia.

Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Polpum Kemendagri, La Ode Ahmad mengatakan, gagasan festival berangkat dari refleksi kebhinnekaan serta kekayaan dan keragaman seni-budaya bangsa yang dimiliki Indonesia. Kata ‘harmoni’, merujuk pada tujuan yang hendak dicapai dari penyelenggaraan festival.

“Ini adalah sebuah upaya kecil karena kita mungkin tidak bisa melakukan hal-hal yang besar, tapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cara yang besar. Artinya, dengan festival ini akan mewujudkan dari harmoni Indonesia menuju harmoni dunia yang kita dambakan,” jelas La Ode.

Lebih lanjut La Ode menuturkan, keragaman seni-budaya yang dimiliki Indonesia harus dijaga, terutama agar generasi milenial dan Z tidak melupakan warisan tersebut. Oleh karena itu, festival ini nantinya juga akan menghadirkan kolaborasi, tidak hanya dalam konteks seni tradisional melainkan juga seni populer dengan melibatkan sejumlah pelaku seni populer.

La Ode pun berharap pagelaran seni dan budaya ini dapat dikemas dengan cara kekinian dan relevan, namun tetap menyelipkan literasi dan tidak meninggalkan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam seni-budaya nusantara. Oleh sebab itu, Kemendagri turut menggandeng Boss Creator, sebagai pihak swasta yang bergerak di bidang industri pertunjukan, untuk mengemas konsep festival yang juga menargetkan segmen anak muda.