MENU
LAPOR HOAX

Sejarah Pelayaran Indonesia, Benarkah Nenek Moyang Kita Seorang Pelaut?

22 Juni 2022

Sejarah Pelayaran Indonesia, Benarkah Nenek Moyang Kita Seorang Pelaut?

Kabar BUMN - Benarkah nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang pelaut? Jangan hanya berpatok dengan lagu, alangkah lebih baik kalau kita mengenali seluruh rangkaian sejarah pelayaran di Indonesia. Siapa tahu, Anda bisa menemukan jawaban siapa sosok asli nenek moyang kita selama ini.

Sebagai bangsa Indonesia, mengenali sejarah pelayaran Indonesia sangat penting. Tidak hanya sekadar belajar sejarah, mengenali asal-usul dan perkembangan pelayaran Indonesia akan menjawab tanda tanya besar banyak orang, yaitu: benarkah nenek moyang bangsa Indonesia seorang pelaut?

Selama ini mungkin Anda hanya mendengar ungkapan “nenek moyangku seorang pelaut” dari sebuah lagu anak-anak yang cukup populer. Faktanya, banyak penemuan yang membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia memang seorang pelaut!

Sejarah Panjang Pelayaran di Indonesia

Salah satu bukti sejarah pelayaran di Indonesia dibuktikan dari relief kapal layar pada Candi Borobudur. Di Candi Buddha terbesar di dunia ini, kita bisa melihat relief kapal layar megah yang didirikan pada abad 8 Masehi oleh Kerajaan Syailendra. Kala itu, kapal layar besar dan megah digunakan untuk mengarungi lautan melewati Samudra Hindia, Madagaskar, hingga ke Ghana untuk berdagang.

Selain itu, perkembangan sejarah pelayaran Indonesia juga mulai terlihat di masa Kerajaan Majapahit. Tepatnya di abad ke-14 M, Kerajaan Majapahit memiliki armada laut untuk melindungi jalur perdagangan sekaligus kekuasaannya.

Bukti sejarah pelayaran di Indonesia lainnya adalah nenek moyang bangsa Indonesia memiliki kemampuan membuat kapal yang turun-menurun. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Kapal Pinisi pada abad ke-14. Kapal asli Indonesia yang sepenuhnya terbuat dari material kayu tersebut dibuat langsung menggunakan tangan tanpa contoh atau catatan tertentu.

Menariknya lagi, kepiawaian nenek moyang Indonesia dalam menjelajahi samudra dibuktikan dengan hadirnya kompas dan peta berbahasa Jawa. Kabarnya, peta dan kompas digunakan sebagai penunjuk arah saat sedang berlayar menggunakan kapal.

Jadi, masih ragukah Anda mengenai asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia?

Perkembangan Pelayaran di Indonesia

Cerita pelayaran di Indonesia masih terus berkembang hingga sekarang. Hal ini dimulai dengan hadirnya PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) sebagai perusahaan pengelola transportasi kapal terbesar di Indonesia sejak 1950. Bisa dibilang, PT PELNI menjadi saksi hidup dan jembatan transportasi laut dari masa ke masa.

Menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang transportasi laut. Hingga saat ini, PELNI telah mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan. Selain itu, PELNI juga telah mengoperasikan 45 trayek kapal perintis, 20 kapal Rede, 4 kapal barang, 1 kapal khusus ternak, serta 7 kapal tol laut.