MENU
LAPOR HOAX

5 Tanda Anda Siap Memulai Buka Bisnis Baru

17 Juni 2022

5 Tanda Anda Siap Memulai Buka Bisnis Baru

Kabar BUMN -  Bagi yang mulai bosan jadi karyawan, dan mulai berpikir ingin membuka bisnis baru, jangan gegabah. Membuka bisnis tidak semudah mengeluarkan modal besar, lantas langsung sukses. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Kenali tanda-tanda Anda siap buka bisnis berikut ini.

Bagaimana cara mendapat penghasilan berkali lipat dari gaji karyawan biasa? Membuka bisnis baru kerap menjadi jawaban yang paling sering keluar jika pertanyaan tersebut muncul. Memang benar, akan tetapi, apakah membuka bisnis semudah itu? Jelas tidak!

Tidak semua orang dapat dilabeli “pebisnis”, sebab membuka bisnis itu tidak semudah yang kita bayangkan. Anda harus tahu di awal: bisnis tidak selamanya manis.

Yap, bisnis tidak hanya menawarkan keuntungan terus-menerus, alias mulus-mulus saja. Sebuah bisnis rintisan juga dapat gagal. Maka dari itu, untuk memulai bisnis hanya orang-orang bermental baja yang bakal mengecap kesuksesan. Apakah Anda siap untuk hal tersebut?

Sebelum menjawab siap atau tidak, Anda harus mengetahui tanda-tanda seorang siap buka bisnis terlebih dahulu, lantas tanyakan pada diri Anda: adakah tanda-tanda ini ada pada saya?

Berikut tanda seorang siap buka bisnis yang harus Anda pelajari:

Apakah Anda Bersemangat?

Kalau Anda memiliki rencana bisnis yang matang, lantas bersemangat untuk mewujudkannya. Selamat, tandanya Anda melewati satu tanda siap buka bisnis baru. Sebab, semangat ini yang mendorong kita untuk merealisasikan rencana tersebut.

Semangat ini dimulai dari mencari modal usaha, menghitung modal, memulai riset, mencari lokasi untuk berbisnis, hingga antisipasi berbagai risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Totalitas tanpa batas ini akan memudahkan Anda untuk memulai dan menjalankan bisnis ke depan.

Apakah Anda Orang yang Egois?

Semangat saja tak cukup, Anda juga harus punya poin penting satu ini. Egois adalah sikap yang lebih mementingkan diri sendiri. Tidak peduli pendapat, perasaan, dan ide orang lain. Yap, menganggap pemikiran sendiri paling benar adalah kesalahan besar dalam bisnis.

Manusia adalah makhluk sosial. Itulah mengapa kita membutuhkan kerja sama, saran, pendapat dari orang lain demi kemajuan bisnis yang akan kita jalankan. Artinya, jika Anda bukan orang yang egois, berarti Anda sudah siap mulai buka bisnis baru. Jika tidak, ego sendiri akan menghancurkan bisnis yang kita rintis.

Apakah Anda Tahu Cara Jualan?

Tanda lain kamu siap buka usaha adalah tahu bagaimana caranya menjual produk. Bukan hanya menciptakan produk baru, tetapi juga harus paham cara menjual produk ke konsumen.

Baik itu secara offline, online dengan platform media sosial, kerja sama dengan influencer, maupun memanfaatkan content marketing sebagai kegiatan promosi produk, sehingga mampu menarik pembeli yang menjadi target pasar.

Hal paling mendasar adalah Anda harus tahu cara menyesuaikan sistem pemasaran dengan produk yang dijual. Pemasaran bukan hanya sekadar menjual, namun juga mampu meyakinkan calon konsumen untuk melakukan pembelian.

Apa Keuangan Anda Sehat?

Yap, bisnis butuh modal. Anda harus menyiapkan modal yang tidak sedikit. Baik untuk persiapan membuka usaha, biaya operasional, hingga dana darurat untuk jaga-jaga kalau bisnis tak sesuai harapan. Anda harus memperhitungkannya dengan matang.

Pastikan keuangan Anda dalam keadaan sehat; tidak memiliki utang yang akan membebani bisnis ke depan. Kalaupun punya kewajiban, porsinya terukur dan sesuai kemampuan bayar.

Saat memulai bisnis sebaiknya tidak berharap keuntungan besar di tahun pertama. Modal tidak habis atau rugi saja sudah bersyukur. Namanya juga bisnis, pastinya membutuhkan proses panjang.

Apakah Anda Berani Mengambil Risiko?

Pengusaha harus memiliki sifat dan sikap berani. Dalam hal ini berani mengambil risiko dan menghadapi berbagai tantangan yang sudah menanti saat memulai bisnis.

Jika hanya ingin berada di zona nyaman, takut rugi, tidak suka tantangan, tandanya Anda belum siap menjadi pengusaha. Pengusaha-pengusaha sukses sudah membuktikannya. Mereka berani melangkah mengambil risiko untuk mencapai keberhasilan. Kalau jatuh, bangun lagi. Tidak mudah menyerah dan putus asa.

Bagaimana, apa Anda sudah bisa menjawab pertanyaan di atas?