MENU
LAPOR HOAX

BNI Siap Kolaborasi untuk Dukung Minaqu Indonesia Ekspansi ke Mancanegara

27 Desember 2021

BNI Siap Kolaborasi untuk Dukung Minaqu Indonesia Ekspansi ke Mancanegara
Peraih penghargaan BNI UMKM Entrepreneur Heroes kategori “Digital Savy Entrepreneur Hero”, Minaqu Indonesia, semakin optimis dapat meningkatkan kinerja usaha lebih baik pada tahun 2022. Usai menjajal road trip 2 minggu di Benua Eropa, Minaqu bersiap ekspansi guna meningkatkan kemampuan ekspor tahun depan. BNI mendukung langkah ekspansi tersebut dengan melakukan kolaborasi melalui pembiayaan 516 debitur petani binaan tanaman hias dengan maksimal plafon Kredit Usaha Rakyat sekitar Rp25 miliar. CEO Minaqu Indonesia, Ade Wardhana Adinata menyampaikan, kondisi bisnis di segmen tanaman hias semakin ekspansif di tahun depan. Permintaan dari dalam negeri sekaligus luar negeri meningkat cukup pesat sehingga mendorong Minaqu untuk mempercepat rencana ekspansi usaha.  “Awal berdiri sejak 2019 Minaqu pun sudah menjadi perusahaan ekspor tanaman hias ke Eropa, Amerika, Asia. Adapun saat ini kami terus meningkatkan penetrasi kami ke timur tengah yang potensi bisnisnya juga tak kalah tinggi,” sebut Ade.  Minaqu Indonesia kini memiliki 1.100 mitra petani dan kelompok tani untuk mengekspor tanaman hias tersebut. Untuk mengekspor tanaman hias, Minaqu awalnya menggunakan media sosial dan e-commerce dengan pemasaran langsung kepada konsumen. Seiring waktu, Minaqu memiliki 7 distributor di 6 negara dengan kontrak 2 tahun untuk 15 juta tanaman hias.  Sebagai mitra UMKM binaan BNI, Ade juga menuturkan Minaqu memiliki rencana ekspansi strategis tahun depan. Minaqu akan mengakuisisi salah satu perusahaan asing untuk memperbesar produksi dalam menembus pasar global.  “Kami ada rencana akuisisi satu laboratorium milik Temasek Singapore yang ada di Indonesia. Ini untuk memenuhi kontrak Minaqu dengan salah satu mitra kami, Nursery, di Eropa dan Amerika,” kata Ade.  Ade menjelaskan bahwa Minaqu Indonesia saat ini memiliki sejumlah kontrak kerja sama dengan perusahaan mancanegara. Salah satunya, memperoleh komitmen pembelian bernilai Rp2,1 triliun dari beberapa negara. Potensi pasar dunia untuk tanaman hias pun diperkirakan Rp3.400 triliun. Di samping itu, dengan kolaborasi yang terjalin dengan BNI, Minaqu terus melakukan improvisasi market global melalui digitalisasi. “Minaqu pun akan menggelar Share The Beauty Of Indonesia, program besar yang mengajak komunitas global Minaqu untuk datang ke Indonesia dan menjelajahi sumber daya Indonesia. Harapannya melalui program tersebut kerja sama para mitra pertanian Indonesia semakin terbuka dan terjalin secara meluas,” imbuh Ade.  Sebagai bank yang memiliki cabang di 6 negara, BNI selalu mendukung program tersebut dengan kolaborasi dan konsolidasi. Terlebih, Minaqu Indonesia telah siap membangun ekosistem bisnis global. Adapun kolaborasi BNI dilakukan melalui pembiayaan 516 debitur petani binaan tanaman hias dengan maksimal plafon Kredit Usaha Rakyat sekitar Rp25 miliar. Direktur Bisnis UMKM PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Muhammad Iqbal menyampaikan, tren kinerja kredit UMKM BNI tahun ini tergolong sangat membanggakan. Kredit UMKM sepanjang kuartal keempat 2021 sangat kuat. Perseroan mencatatkan kredit mencapai Rp91,44 triliun atau naik 13,5% secara tahunan pada Oktober 2021. Tren ini diprediksi akan terus terjaga dan meningkat hingga akhir 2021.   Perseroan pun berkomitmen memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan kinerja pelaku UMKM khususnya Minaqu Indonesia di masa pemulihan ekonomi akhir tahun. Selain memberikan dukungan permodalan melalui KUR, BNI berperan membangun ekosistem pertanian florikultura dengan membentuk jaringan serta pendampingan terhadap UKM dan korporasi. “BNI juga mengaktifkan collection agent dan fungsi Agen46 (Agen Laku Pandai) untuk menjadikan transaksi keuangan sebagai suatu close loop system,” ujarnya.  Gambar - BNI Siap Kolaborasi untuk Dukung Minaqu Indonesia 2 UMKM Go Ekspor  Iqbal menuturkan, BNI terus berkomitmen untuk tak hanya mengoptimalkan potensi pemulihan ekonomi nasional, tapi juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan pasar global. “Sebagai bank internasional, tentunya rencana kami di UMKM tidak hanya sebatas menaikkan kelas, tetapi mendorong mereka tembus go global,” tegas Iqbal. Ia memaparkan 3 fokus strategi BNI untuk mendorong UMKM naik ke level internasional. Pertama, memberdayakan UMKM Ekspor dan diaspora. Dalam strategi ini, BNI tak hanya menggarap para pelaku UMKM untuk ekspansi bisnis keluar negeri. BNI juga mendorong pengembangan usaha para warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Kedua, menciptakan ekosistem bisnis unggulan. Pada strategi ini, BNI fokus menggarap sektor unggulan di tiap daerah guna mendorong pemberdayaan serta penyerapan tenaga kerja lokal. Ketiga, membentuk Digital Value Chain. BNI memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga pendampingan para mitra BNI dari hulu ke hilir. “Kami juga memiliki beberapa rangkaian program andalan BNI Xpora Business Matching yang akan terus mengelaborasi banyak potensi ekspansi luar negeri pelaku UMKM akhir tahun ini,” pungkas Iqbal.