MENU
LAPOR HOAX

Tandatangani LTSA, Krakatau Steel Akan Pasok 1,5 Juta Ton Baja di Tahun 2022

27 Desember 2021

Tandatangani LTSA, Krakatau Steel Akan Pasok 1,5 Juta Ton Baja di Tahun 2022
Dengan ditandatangani-nya perjanjian Long Term Supply Agreement (LTSA), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pastikan akan memasok 1,5 juta ton baja kepada para konsumennya pada tahun 2022. LTSA ini menjadi wujud nyata dari strategi pemasaran Krakatau Steel yang kompetitif dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan serta kepuasan konsumen. “Kami sudah mengunci penjualan melalui LTSA mencapai 1,5 juta ton/tahun, kami yakin hal tersebut akan membantu meningkatkan pendapatan Krakatau Steel dengan proyeksi pendapatan hingga mencapai USD1,4 miliar di tahun 2022 nanti,” ungkap Direktur Komersial PT Krakatau Steel, Melati Sarnita. Melati mengungkapkan, Krakatau Steel mengubah metode penjualan menjadi komitmen kontrak jangka panjang yang mana pada awalnya berupaya spot sales. Metode baru ini akan lebih menjamin keberlangsungan operasional dan bisnis perusahaan karena mampu meningkatkan penjualan perusahaan. Hubungan bisnis antara Krakatau Steel dan para konsumennya akan lebih menguntungkan, sebab koneksi dengan konsumen terjalin lebih kuat. “Selain dengan kontrak jangka panjang, peluang pasar juga masih terbuka dalam hal proyek infrastruktur negara, pasar retail, hingga kepada ekspor. Dengan begini, kami optimis Krakatau Steel akan membukukan kinerja penjualan yang gemilang di tahun 2022,” tambah Melati. Krakatau Steel melakukan LTSA dengan PT Tata Metal Lestari pada Rabu (22/12) yang akan membuat Krakatau Steel memasok 6.500 ton produk baja Cold Rolled Coil (CRC) setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan operasional PT Tata Metal Lestari. [caption id="attachment_15299" align="alignnone" width="656"]Gambar - Krakatau Steel Amankan Kontrak untuk Pasok 1,5 Juta Ton Baja di Tahun 2022 (1) Penandatanganan LTSA[/caption] Sebelum melakukan penandatanganan LTSA dengan PT Tata Metal Lestari, Krakatau Steel juga telah melakukan LTSA dengan banyak perusahaan lain, antara lain : (i) PT AM/NS Indonesia dengan total volume penjualan sebesar 180 ribu ton/tahun (ii) PT Steel Pipe Industry of Indonesia (Spindo) dengan total volume penjualan sebesar 120 ribu ton/tahun (iii) PT Sunrise Steel dengan total volume penjualan  sebesar 120 ribu ton/tahun (iv) PT Inti Sumber Bajasakti dengan total volume penjualan sebesar 60 ribu ton/tahun (v) PT Sampoerna Jaya Baja dengan total volume penjualan sebesar 60 ribu ton/tahun (vi) PT Hamasa Steel Center dengan total volume penjualan sebesar 60 ribu ton/tahun.  Strategi ekspansi pemasaran yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya guna, kata Melati, sangat diperlukan untuk menghadapi era globalisasi dan digital ekonomi saat ini, khususnya dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.  “Melalui LTSA maka Krakatau Steel memiliki jaminan penjualan produk baja secara optimal sehingga otomatis akan membantu meningkatkan utilisasi pabrik, di sisi konsumen juga tentunya akan mendapatkan jaminan atau kepastian suplai bahan baku, yang dalam hal ini merupakan produk baja yang akan berpengaruh juga terhadap rencana operasionalnya ke depan,” tutup Melati.