MENU
LAPOR HOAX

828.392 Ton Stok Pupuk Subsidi Cukup untuk Sebulan

17 April 2022

828.392 Ton Stok Pupuk Subsidi Cukup untuk Sebulan

Kabar BUMN -  PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 828.393 ton pupuk subsidi. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama empat pekan ke depan atau satu bulan.

“Ketentuan minimum stok pupuk bersubsidi sebanyak 314.120 ton, sementara jumlah stok pupuk subsidi 828.393 ton atau setara 214% dari ketentuan minimum, dan ini berarti cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama 4 pekan ke depan," ungkap Wijaya Laksana selaku SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia.

Wijaya menambahkan bahwa pupuk subsidi ini terdiri dari berbagai jenis yaitu pupuk Urea sebanyak 394.444 ton, pupuk NPK sebanyak 224.116 ton, pupuk SP-36 sebanyak 44.284 ton, pupuk ZA sebanyak 94.483 ton, dan pupuk organik sebanyak 71.066 ton.

“Selain pupuk subsidi, ada juga pupuk non subsidi dengan jumlahnya sebanyak 665.467 ton; pupuk Urea sebanyak 586.215 ton, pupuk NPK sebanyak 36.592 ton, pupuk SP-36 sebanyak 18.643 ton, pupuk ZA sebanyak 23.847 ton, dan pupuk organik sebanyak 170 ton. Dengan begitu, jumlah antara pupuk subsidi dan non subsidi mencapai 1,49 juta ton,” terang Wijaya.

Wijaya menambahkan, jika dilihat dari sisi realisasi pupuk subsidi, angkanya sudah mencapai 2,36 juta ton per tanggal 9 April 2022. Adapun rinciannya terdiri dari pupuk Urea sebanyak 1,15 juta ton, pupuk NPK sebanyak 828.160 ton, pupuk SP-36 sebanyak 98.523 ton, pupuk ZA sebanyak 129.954 ton, dan pupuk Organik sebanyak sebanyak 147.375 ton.

Dalam penyalurannya, Wijaya mengatakan bahwa para produsen pupuk subsidi berpedoman pada Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian setempat sebagai aturan dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 41 Tahun 2021 dan Kepmentan Nomor 771 Tahun 2022 yang mengatur alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022.

“Petani wajib mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) apabila ingin mendapatkan pupuk subsidi. Syaratnya yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani dengan menggarap lahan maksimal dua hektar, serta menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk di input pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) oleh petugas penyuluh pertanian setempat,” paparnya.

Wijaya menegaskan, pupuk-pupuk yang diberikan kepada para petani adalah pupuk-pupuk yang bersubsidi sesuai dengan penugasan pemerintah. “Kami akan mengacu kepada regulasi yang diberlakukan di masing-masing wilayah,” ujar Wijaya mengakhiri.