MENU
LAPOR HOAX

Berkat Program PLN, Peternak Ayam di Sulsel Bisa Hemat Biaya Operasional

14 Maret 2022

Berkat Program PLN, Peternak Ayam di Sulsel Bisa Hemat Biaya Operasional

Kabar BUMN -  PT PLN (Persero) mendukung peternak ayam di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan untuk memodernisasi usahanya. Hasilnya, kegiatan usaha tersebut memberikan manfaat penghematan biaya operasional yang luar biasa.

Modernisasi metode ternak ayam dari terbuka menjadi tertutup atau close farm menuntut peternak untuk menggunakan listrik, PLN pun hadir melalui program Electrifying Agriculture memenuhi kebutuhan tersebut guna mendukung peternakan ayam yang berkualitas dan efisien.

Salah satu peternak ayam kandang tertutup di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim mengungkapkan, kunci keberhasilan dalam mengelola peternakan ayam adalah menjaga suhu tubuh ayam. 

"Dengan metode kandang close farm, listrik memegang peranan penting untuk mengoperasikan 16 kipas blower yang digunakan menjaga suhu kandang," ujar Mustakim. 

Peternak milenial tersebut mengatakan, menjaga suhu kandang menggunakan peralatan elektronik seperti kipas blower, penghangat ruangan dan lampu bertujuan meningkatkatkan performa produksi ayam telur maupun pertumbuhan ayam daging. 

Dibandingkan kandang ayam konvensional, kandang ayam modern ini lebih ramah lingkungan, tidak berbau, dan suhu ruangan terkontrol dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga berujung pada peningkatan keberhasilan panen. 

Adanya pasokan listrik dari PLN dapat membantu peternak lebih efisien.

Jika harus menggunakan genset untuk mengoperasikan kipas blower, penghangat ruangan dan lampu ia membutuhkan rata-rata 3.600 liter solar atau setara sekitar Rp32 juta per bulannya. 

Sedangkan dengan menggunakan listrik, Mustakim hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 7 juta per bulannya untuk operasional peternakan kandang tertutupnya. 

Berkat Program PLN, Peternak Ayam di Sulsel dapat Hemat Biaya Operasional (Foto: Dok. PLN)
Berkat Program PLN, Peternak Ayam di Sulsel Bisa Hemat Biaya Operasional (Foto: Dok. PLN)

"Setelah menggunakan listrik, kami dapat mengoptimalkan produksi yang tadinya panen membutuhkan waktu 28 hari kini hanya membutuhkan waktu 22 hari sehingga dari sisi efektifitas waktu lebih singkat dan omzet kami pun otomatis meningkat," imbuh Mustakim.

Sementara itu, peternak ayam di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Heri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN yang telah menghadirkan listrik untuk mesin pengolahan pakan ayamnya. 

Dengan begitu, dirinya bisa menerapkan elektrifikasi pada mesin-mesin pengolahan pakan ayam untuk penggilingan jagung dengan biaya yang lebih rendah dibanding menggunakan listrik dari genset. 

"Kini setelah menggunakan listrik, biaya pengolahan pakan ayam kami hemat sampai dengan 4 kali lipat," ungkap Heri.

Untuk mengolah pakan ayam menggunakan genset, Heri mengeluarkan biaya sekitar Rp 10 juta per bulan atau setara 1.200 liter solar per bulannya. Sedangkan setelah menggunakan listrik, ia hanya perlu mengeluarkan biaya listrik rata-rata sekitar Rp2 juta per bulan. 

Heri menuturkan ke depan peternakan ayam miliknya akan menerapkan metode close farm yang tentunya membutuhkan tambahan pasokan listrik.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi (UIW Sulselrabar), Awaluddin Hafid menyampaikan, PLN siap mendukung kebutuhan listrik para peternak ayam melalui inovasi dalam bidang Electrifying Agriculture guna mewujudkan peternakan ayam yang modern, ramah lingkungan dan efisien.

Dari observasi yang dilakukan PLN, industri peternakan ayam modern ternyata membutuhkan listrik untuk mengubah kandang ayam yang tadinya konvensional ( open farm atau terbuka) menjadi modern (close farm atau tertutup) dengan tujuan agar suhu di kandang ayam tersebut terkontrol sehingga lebih efisien dan efektif.

Berkat Program PLN, Peternak Ayam di Sulsel dapat Hemat Biaya Operasional (Foto: Dok. PLN)
Berkat Program PLN, Peternak Ayam di Sulsel Bisa Hemat Biaya Operasional (Foto: Dok. PLN)

"Di samping itu untuk mengolah pakan ayam, beberapa peternak yang tadinya menggunakan genset diesel pun beralih menggunakan listrik PLN karena lebih hemat dan efisien," kata Awaluddin.

Saat ini sudah ada empat pelanggan industri peternakan ayam modern yang telah menggunakan listrik PLN dengan total daya 205 kiloVolt Ampere (kVA) di Kecamatan Manuju dan Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Ke depannya terdapat 3 potensi pelanggan dengan total daya sekitar 159 kVA yang akan dilayani oleh PLN di Kabupaten Gowa. 

"Untuk menciptakan iklim industri peternakan modern, PLN berkomitmen memberikan dukungan pasokan listrik kepada para pelaku usaha peternakan sebagai mitra bisnis," tutur Awaluddin.