Berani Berinovasi, Ini Deretan UMK Binaan Pertamina Sukses Hadirkan Produk Baru yang Digemari Masyarakat-2

Pertamina Mendorong UMK Untuk Terus Berinovasi dalam Pembuatan Produk Hingga Pemasarannya

PT Pertamina (Persero) terus menerus konsisten mendorong UMK yang dibina secara berkelanjutan. Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) telah membina lebih dari 65 ribu UMK di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada pula yang menjalankan bisnisnya dengan inovasi dan kreativitas lain. Hasilnya, usaha mereka berkembang dan naik kelas.

Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, melalui beberapa program pembinaan, Pertamina telah memberikan sejumlah taktik dan strategi bagi para UMK untuk mengembangkan bisnisnya. “Salah satunya yakni mendorong UMK untuk terus berinovasi dalam hal pembuatan produk hingga pemasarannya,” ungkap Fajriyah.

Berani Berinovasi, Ini Deretan UMK Binaan Pertamina Sukses Hadirkan Produk Baru yang Digemari Masyarakat-5 (1)

Salah satu UMK yang cukup inovatif dalam menjalankan bisnisnya adalah Mantu Kurma Rasa milik Laili Damayanti. Laili mengawali bisnisnya dengan berbagai eksperimen dengan buah kurma. “Awalnya saya mencoba membuat kurma pedas, ternyata respons masyarakat cukup baik. Lalu saya memberanikan diri mengurus beberapa perizinan untuk mendukung usaha saya seperti PIRT, Halal, CV dll. Lalu juga menambah varian rasa seperti kurma jahe, kurma cokelat, kurma kopi dan cokelat kacang,” ujarnya. Katalog produknya bisa dilihat lewat media sosial @mantukurmarasa_pedas_kopi_jahe.

Berani Berinovasi, Ini Deretan UMK Binaan Pertamina Sukses Hadirkan Produk Baru yang Digemari Masyarakat-3

Lain lagi dengan Ni Made Roni, pemilik usaha Karsa Abadi – Made Tea ini menciptakan teh botanikal infusion yang didapat dari hobi travelingnya. Ni Made menyatakan, “Setelah banyak berkunjung ke berbagai negara, pilihan teh terbatas pada green tea dan black tea. Kemudian berpikir untuk mengembangkan bahan lokal seperti serai, bunga gumitir, bunga kenop campur rempah untuk jadi teh,”

Niatnya pun semakin kuat ketika pada tahun 2015 Made pergi ke India untuk belajar membuat Proper Chai Tea. Kemudian tak lama dia memutuskan kembali ke Ubud, Bali untuk membuat brand Made Tea hingga saat ini. “Hingga saat ini sudah ada sekitar 18 racikan teh rempah kami dan sedang menyiapkan racikan baru, di mana sudah ada permintaan dari Eropa untuk produk baru ini,” tuturnya. Katalog produknya pun bisa dilihat lewat media sosial @madeteas.

Berani Berinovasi, Ini Deretan UMK Binaan Pertamina Sukses Hadirkan Produk Baru yang Digemari Masyarakat-4

Berbeda lagi dengan Ririn Musti Wijayaningsih, pemilik Ty’p Herbal Drink Papua ini berinovasi dengan produk herbal jamu. Ririn mengungkapkan, “Saya terinspirasi memproduksi jamu dengan kemasan yang praktis dan higienis serta memiliki cita rasa yang kekinian. Ada produk minuman rasa Beras Kencur Latte. Pilihan produk tersedia di medsos kami @catalog.typjamoe,”.

Setelah menemukan formula yang pas, bisnisnya pun mengalami perkembangan cukup pesat. Dalam sebulan, ia mampu memproduksi hingga 2 ribu botol jamu. Terlebih lagi, jumlah itu naik sebesar 150 persen setelah dirinya bergabung bersama binaan Pertamina pada tahun 2020 lalu. Kini ia mampu memproduksi aneka minuman herbal hingga 5 ribu botol dalam sebulan.

Berani Berinovasi, Ini Deretan UMK Binaan Pertamina Sukses Hadirkan Produk Baru yang Digemari Masyarakat-1

Menurut Fajriyah, melalui Program PUMK, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan. Serta berupaya terus mendorong setiap mitra binaan menjadi UMK naik kelas dan Go Global.

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) khususnya di point 8 dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,  memberikan kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua dan terus mendorong  implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Artikel Terkait

Berlangganan Sekarang Juga!

Dapatkan informasi BUMN terbaru langsung ke email anda.